
Murid SDN Wonorejo V Surabaya menyantap makanan bergizi gratis pada uji coba Oktober lalu. Dewan dan pemkot menghitung kebutuhan makan bergizi gratis tembus Rp 1 triliun. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Surabaya diperkirakan tembus Rp 1,1 triliun. Dana sebanyak itu disiapkan untuk memberikan makanan siap santap bagi hampir 400 ribu siswa SD dan SMP se-Surabaya. Kebutuhan anggaran tersebut mulai dibahas antara pemkot dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya.
Anggota Banggar DPRD Surabaya Tubagus Lukman Amin mengatakan, pembahasan awal soal kebutuhan anggaran sudah dilakukan Banggar DPRD Surabaya dan Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) Pemkot Surabaya.
Dari hitungan kasar, anggaran untuk MBG cukup fantastis. Mencapai Rp 1,1 triliun atau 9 persen dari APBD Surabaya 2025. Dialokasikan Rp 15 ribu per anak selama hari efektif sekolah.
Namun, Bagus menyebut sumber anggaran utama program MBG itu belum final. Berdasar konsultasi DPRD Surabaya dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), anggaran sebesar itu sepenuhnya dibebankan ke kas daerah Surabaya.
Namun, seiring berjalannya waktu ada perubahan, anggaran tidak hanya dari APBD kota. Namun, juga dari APBD Pemprov Jatim dan APBN. Anggaran tersebut akan disesuaikan dengan porsi di setiap daerah.
”Untuk besarannya berapa, belum ada petunjuk teknis, tapi kemungkinan anggaran paling besar dari Pemkot Surabaya nanti,” kata ketua Fraksi PKB itu.
Dewan Minta Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Banggar juga bakal menyiapkan mekanisme untuk penyediaan anggaran itu. Salah satunya adalah pelaksanaan mekanisme mendahului perubahan anggaran keuangan (MPAK). ”Namun, MPAK bisa dilaksanakan jika kondisinya darurat. Nah, nanti seperti apa dijadwalkan di pembahasan berikutnya,’’ jelas Bagus.
Meski belum ada juknis pasti, anggota Komisi A DPRD Surabaya itu meminta agar Pemkot Surabaya bisa menyiapkan langkah strategis. Tujuannya, penganggaran MBG ke depan tidak menyenggol kebutuhan mandatory spending, yakni pendidikan. Dia menegaskan, pos anggaran itu tidak boleh diutak-atik.
Dia khawatir jika anggaran pendidikan berubah, tujuan untuk memajukan pendidikan dengan adanya MBG itu malah tidak tercapai. Opsi alternatif untuk penganggaran harus dipikirkan betul.
”Bisa kita lihat bersama pembangunan infrastruktur di Surabaya hampir merata. Mungkin nanti bisa digeser. Karena ini program nasional yang harus dijalankan,’’ katanya. Opsi Penyediaan Mandiri oleh Sekolah
Ketua Fraksi PKS Cahyo Siswo Utomo meminta Pemkot Surabaya untuk menyiapkan data detail penerima MBG. Utamanya sekolah swasta, mana kira-kira yang tidak perlu menerima manfaat program. Sebab, banyak sekolah swasta yang rate biaya pendidikannya tinggi.
”Yang seperti ini tentu saja tidak perlu menerima MBG. Namun, tetap ada MBG secara mandiri oleh sekolah karena ini program nasional,” katanya.
Dia juga meminta data untuk sekolah swasta yang menerima siswa dari keluarga miskin (gamis) dan siswa umum. Jangan sampai sekolah swasta yang kategori sedang itu terlewati program MBG. ”Sekolah yang tarifnya magak ini perlu diperhatikan. Ada siswa gamis, tapi ada juga siswa yang mampu,’’ paparnya.
Dispendik Siapkan Data Penerima

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
