Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 November 2024 | 23.10 WIB

Reses di Simokerto, Ais Shafiyah Serap Aspirasi Masyarakat, soal Pendidikan hingga BPJS

Anggota DPRD Surabaya Ais Shafiyah Asfar melaksanakan reses tahun sidang ke-1 2024 di Kecamatan Simokerto. (Istimewa) - Image

Anggota DPRD Surabaya Ais Shafiyah Asfar melaksanakan reses tahun sidang ke-1 2024 di Kecamatan Simokerto. (Istimewa)

JawaPos.com–Anggota DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar atau kerap disapa Ning Ais melaksanakan reses tahun sidang ke-1 2024 di Kecamatan Simokerto, Selasa (29/10). Anggota DPRD itu menjemput aspirasi masyarakat Kota Surabaya, terutama terkait isu-isu kesejahteraan masyarakat, terutama yang relevan dengan komisi yang menaungi Ning Ais di DPRD Kota Surabaya.

Dalam reses di Simolawang 1 Kelurahan Simokerto, ratusan warga menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antusias bertemu dengan wakil mereka di DPRD Kota Surabaya itu. Perempuan yang juga merupakan kandidat doktor di Universitas Airlangga itu, menyampaikan banyak terima kasih kepada warga Simokerto yang telah mempercayainya untuk menjadi wakil mereka di DPRD Kota Surabaya.

”Ini merupakan masa reses pertama saya dan saya pilih untuk tempat pertama saya reses ada di Kecamatan Simokerto. Dalam setahun setidaknya ada tiga kali reses perseorangan, akan tetapi di luar masa reses, kapan pun itu, masyarakat Kota Surabaya sangat saya persilakan untuk menyampaikan aspirasinya. Saya akan komitmen memperjuangkan apa saja yang baik bagi masyarakat dan kota Surabaya,” Kata Ais Shafiyah, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat Kecamatan Simokerto pada kesempatan itu. Terutama terkait dengan masalah pelayanan kesehatan, besarnya jumlah iuran BPJS, hingga masalah biaya pendidikan.

”Sekarang sekolah tingkat SMA/SMK itu yang terkadang masih memberatkan kami untuk biaya SPP dan belum lagi pengeluaran lain, bahkan ada yang sampai putus sekolah karena biaya,” ujar salah satu warga yang menyampaikan aspirasi kepada Ning Ais.

Ning Ais menanggapi bahwa dulu SMA atau SMK negeri di Kota Surabaya bisa gratis. Dia menyatakan akan mendalami hal tersebut.

”Dulu itu setahu saya, SMA sederajat di Surabaya pernah gratis, namun kenapa sekarang tidak bisa, ini PR kita bersama dan perlu ditindaklanjuti ke depannya,” kata Ais Shafiyah Asfar merespons aspirasi warga.

Selain itu, Ning Ais juga berharap bahwa tidak ada satupun anak-anak di Surabaya yang putus sekolah apalagi hanya karena masalah biaya SPP. Dia menyampaikan, masyarakat dapat memanfaatkan janji kampanye Ning Ais yaitu Gaji DPRD untuk Rakyat.

Program Gaji DPRD untuk Rakyat dapat dimanfaatkan sebagai solusi jangka pendek untuk warga yang mengalami kesulitan finansial terutama untuk kebutuhan pendidikan atau berobat.

”Bapak Ibu dapat memanfaatkan program saya, Gaji DPRD untuk Rakyat, program tersebut sudah saya jalankan sejak menerima gaji pertama bulan lalu, jadi jika ada yang membutuhkan bantuan mendesak untuk membayar SPP atau tambahan biaya berobat dapat memanfaatkan program saya. Jangan sampai ada anak-anak kita di Surabaya yang putus sekolah apalagi hanya karena masalah biaya,” ujar Ais Shafiyah Asfar.

Ning Ais mencatat semua aspirasi warga sekaligus akan menindaklanjuti agar permasalahan-permasalahan yang ada mendapatkan solusi ke depannya.

”Aspirasi Bapak Ibu semua sudah saya catat dan akan saya tindak lanjuti ke depannya, mulai dari permasalahan pelayanan kesehatan, perbaikan rumah ngaji, masalah biaya sekolah, ini akan saya kawal agar dapat penyelesaian yang lebih baik di kemudian hari,” tutur Ais Shafiyah Asfar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore