Vilasini Namachivayam (kiri) dan Elvelyn Ubong Suwek (kanan) saat membatik Unair. (Diar Candra/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mahasiswi Universiti Malaysia Sabah (UMS), Vilasini Namachivayam, merasakan langsung tantangan membatik. Berulang kali ia mencelupkan cantingnya, memastikan lubangnya tidak tersumbat.
“Bagian paling sulit dari membatik adalah sabar dan menyeimbangkan tangan,” katanya pada Sabtu (5/10) siang di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga. Meski sulit, Vila mengaku menikmati prosesnya.
Vila bersama empat mahasiswa lainnya dari UMS sedang mengikuti program joint class di Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) Unair. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk kelas membatik yang diselenggarakan pada peringatan Hari Batik Nasional, 2 Oktober.
Fasilitator, Rachmad Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa membatik merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dipromosikan ke dunia.
“Kegiatan membatik ini juga sebagai promosi budaya kita ke seluruh dunia,” jelas Rachmad.
Kegiatan membatik diikuti oleh mahasiswa UMS dan Unair, dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi. Para peserta diberi kesempatan langsung untuk mencoba membuat batik dengan teknik canting, sambil dipandu oleh para ahli.
Selain kelas membatik, mahasiswa UMS juga berpartisipasi dalam seminar nasional bertema multikultural dan pendidikan, yang dihadiri oleh 150 peserta dari berbagai kampus di Surabaya. Acara tersebut diisi oleh panelis internasional, termasuk Dr. Daron Benjamin Loo dari UMS, dan peneliti dari universitas lain seperti Macquarie University dan Chulalongkorn University.
Menurut Vilasini, meskipun sulit, pengalaman membatik sangat berkesan. “Ini pengalaman pertama saya, dan ternyata lebih sulit dari yang saya kira, tetapi saya menikmati setiap prosesnya,” ujarnya. Vila juga berharap dapat membawa pengalaman ini kembali ke kampusnya di Malaysia.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarbudaya antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Program joint class ini berlangsung dari 2 hingga 6 Oktober 2024, melibatkan berbagai aktivitas budaya dan pendidikan, termasuk kuliah umum bersama pegiat budaya suku Tengger.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
