
Kondisi lahan di antara gedung-gedung pencakar langit di kawasan Surabaya Barat. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Pemkot Surabaya memastikan struktur bangunan di metropolis tahan terhadap gempa. Sebab, sebelum dibangun, pihak kontraktor harus memenuhi persyaratan. Salah satunya tahan terjangan lindu. Ketua TABG Pemkot Surabaya Mudji Irmawan Arkani.
mengatakan, semua bangunan gedung yang berisiko di Surabaya seperti rumah sakit, sekolah, dan gedung bertingkat dirancang tahan terhadap gempa. ”Kuat kena gempa sampai 8–9 magnitudo. Semua gedung berisiko wajib membuat perencanaan sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya kemarin (19/8).
Menurut Mudji, seluruh gedung berisiko yang akan dibangun diperiksa oleh TABG. Kontraktor harus mengantongi sertifikat standar nasional Indonesia (SNI) terkait beban gempa. Bila syarat itu telah dipenuhi, pembangunan bisa berjalan.
”Kalau sesuai perizinan, saya pastikan kekuatan bangunan bisa menahan gempa sampai 9 magnitudo,” terang Mudji.
Namun, bila perencanaan yang disampaikan oleh kontraktor ternyata tidak sesuai dengan yang disampaikan, kata Mudji, itu menjadi tanggung jawab pemilik bangunan dan pihak yang mengerjakan. Sebab, pemkot dan TABG tidak bisa memantau di lokasi pembangunan setiap hari.
Koordinator Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Yohanes Franklin menyatakan, uji struktur tak hanya diterapkan pada gedung baru. ”Pada gedung dengan usia di atas 10 tahun dan butuh sertifikat laik fungsi (SLF) baru, mereka wajib melampirkan hasil uji struktur saat ini,” ucapnya.
Rumah Tinggal Rawan Terdampak
Profesor Teknik Sipil Petra Christian University (PCU) Djwantoro mengatakan, bangunan tinggi atau bangunan publik lebih taat aturan dan aman terhadap gempa. Namun, kata dia, rumah tinggal yang dibangun secara mandiri rentan terpapar gempa.
”Jika gedung tinggi sudah mengacu pada SNI. Rumah tinggal ini belum tentu,” tuturnya.
Menurut dia, masyarakat belum sepenuhnya melek dengan pembangunan rumah sesuai kaidah daerah gempa. Itu bisa dilihat dari beberapa kejadian gempa di Indonesia. Misalnya, di Cianjur pada 2022 dan Jogjakarta pada 2006.
Meski tidak banyak gedung tinggi seperti Surabaya, gempa di sana memakan banyak korban karena bangunan rumah tak mampu menahan gempa.
Oleh sebab itu, dia mendorong adanya regulasi dari pemkot yang bisa memperkuat pemantauan rumah tinggal.
”Dalam proyek gedung tinggi, sudah ada konsultan, ada uji struktur, syarat-syarat penting lain. Di rumah hunian belum tentu,” jelasnya.
Bentuk Kampung dan Sekolah Tangguh Bencana
Untuk mengantisipasi bencana, BPBD Surabaya membentuk kampung tangguh bencana di kelurahan. Saat ini kampung tangguh bencana itu sudah terbentuk di 115 kampung. ”Targetnya, tahun ini semua kampung menjadi tangguh bencana,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Surabaya Yanu Mardianto.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
