Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 21.16 WIB

RSUD Soetomo Surabaya Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Tulungagung

Tim dokter RSUD Soetomo saat menjelaskan kondisi kembar siam Tulungagung usai dilakukan pemisahan di Surabaya, Selasa (20/8). (Willi Irawan/Antara) - Image

Tim dokter RSUD Soetomo saat menjelaskan kondisi kembar siam Tulungagung usai dilakukan pemisahan di Surabaya, Selasa (20/8). (Willi Irawan/Antara)

JawaPos.com–Tim dokter Rumah Sakit Umum Soetomo Surabaya telah melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet bokong (pygopagus) asal Tulungagung, Jawa Timur.

”Bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki tersebut bernama Arsello dan Arsenio. Lahir dari pasangan suami istri Yoga dan Yeni di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung pada 17 April 2024,” kata salah satu dokter yang menangani bayi kembar siam tersebut dr Wurry Ayuningtyas seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (20/8).

Wurry Ayuningtyas mengatakan lantaran karena faktor kesehatan, RS Bhayangkara memindahkan bayi kembar siam itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ishak Tulungagung. Di usia 38 minggu atau tepatnya pada 14 Agustus, pihak RSUD Ishak Tulungagung selanjutnya merujuk bayi siam ke RSUD Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pemisahan.

Selama dua hari dirawat di RSUD Soetomo Surabaya, kondisi Arsenio tak kunjung membaik. Denyut jantung terus melemah dan tim dokter yang merawat juga menemukan infeksi pada tubuh.

”Karena kondisinya (kesehatan) terus menurun, ada kelemahan kemampuan gerak dan ditemukan infeksi juga. Maka kami memutuskan melakukan separasi. Separasinya juga emergency pada 16 Agustus 2024,” ujar dr Wurry.

Dia mengemukakan proses pemisahan bayi kembar siam Arsello dan Arsenio ini berlangsung sembilan jam sejak pembiusan dilakukan. ”Pembiusan pada pukul 07.25 dan operasi tuntas pukul 16.20 WIB. Bayi berhasil dipisahkan jam 13.35 WIB. Sedangkan tindakan operasi start jam 09.25 WIB,” terang Wurry Ayuningtyas.

Selama operasi berjalan dia menyebut kondisi Arsenio kritis dan sempat mengalami henti jantung sehingga tim dokter perlu memberikan tindakan resusitasi. Namun nahas, upaya medis yang diberikan tidak membuahkan hasil. Bayi Arsenio akhirnya gagal diselamatkan meski berhasil dipisahkan dari kembarannya.

”Untuk kondisi bayi yang selamat stabil, tetapi masih perlu dipantau,” tutur Wurry Ayuningtyas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore