
Proyek betonisasi di Jalan Dupak dan sekitarnya./Pemkot Surabaya
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya melakukan betonisasi Jalan Dupak sisi selatan.
Pengerjaan proyek sejak akhir Juni tersebut ditargetkan rampung pada September 2024.
Proyek betonisasi tersebut dilakukan pada bagian segmen 6 di sisi median jalan setelah simpang empat traffic light Jalan Dupak.
“Jadi ini ada betonisasi di Jalan Dupak, kurang lebih sepanjang 1 km. Titik mulainya, nanti dari perempatan traffic light Jalan Dupak ke arah pintu masuk tol itu atau arah Pasar Loak Dupak Rukun,” kata Kabid Jembatan dan Jalan DSDABM Surabaya, Adi Gunita, Senin, (1/7) seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
Nantinya, seusai pengerjaan di segmen 6, pihak DSDABM Surabaya akan melanjutkan pengerjaan betonisasi di segmen 5, yang menyasar dua sisi jalan, yaitu bagian utara dan selatan.
“Jadi yang ke arah Pusat Grosir Surabaya tepatnya di perempatan besar Jalan Dupak itu. Jadi di sisi utara dan selatan itu juga kita lakukan betonisasi,” imbuh Adi.
Proyek betonisasi tersebut merupakan kelanjutan dari perbaikan Jalan Dupak sisi utara. Tujuannya adalah memelihara kemantapan jalan di Surabaya utara, khususnya di wilayah Dupak.
Proyek ini akan dikerjakan dalam lima segmen, yaitu diawali segmen 6, kemudian berlanjut ke segmen 7 di sisi jalan setelah Jembatan Jalan Dupak Rukun.
Lalu dilanjutkan lagi ke segmen 4 yaitu Jalan Dupak sisi selatan, dan segmen 5 di sisi utara jalan Dupak arah PGS. Dan terakhir adalah segmen 8 yang mencakup kawasan Jalan Dupak Rukun setelah Pasar Loak Dupak, tepatnya di sisi samping Tol Dupak, Surabaya.
Adi menambahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dishub Surabaya dan kepolisian untuk menyediakan rambu-rambu peringatan dan pemberitahuan bagi pengguna jalan di kawasan-kawasan yang terdampak.
Sejauh ini rambu-rambu tersebut sudah terpasang di jalan Tembaan, simpang empat Jalan Dupak sisi selatan, Jalan Demak sisi utara dan selatan, serta di Jembatan Dupak Rukun.
Pihaknya juga memiliki alasan mengapa lebih memilih untuk tidak melakukan penutupan tetapi dibuka satu lajur saja.
“Memang tidak kita lakukan penutupan, tetapi kita tetap buka satu lajur untuk dilalui kendaraan. Nah, apabila nantinya terjadi bottleneck (kemacetan), maka akan koordinasikan lebih lanjut kepada Dishub dan Satlantas. Jadi menyesuaikan arus lalu lintasnya juga,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
