JawaPos.com - Kantor Samsat Surabaya Utara menciptakan inovasi baru demi memudahkan masyarakat mengurus pembayaran pajak motor dan sejenisnya, yaitu dengan membentuk Samsat Dugi Kelurahan (Samsat Dulur).
Dalam acara peluncuran Samsat Dulur pada Selasa (11/6) lalu, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyatakan selain untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-78, Samsat Dulur dibentuk untuk membantu memudahkan masyarakat.
“Inovasi ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kota Surabaya agar dapat membayar pajak secara lebih mudah,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Humas Polres Tanjung Perak Surabaya.
Ia menjelaskan Samsat Dulur ini akan berupa tim bersepeda motor yang membawa mini box di bagian jok belakang berisi perlengkapan untuk pengurusan dokumen pajak motor.
Tim ini akan berkeliling menyusuri pemukiman di wilayah Surabaya Utara dan akan melayani pengurusan pajak motor di kelurahan wilayah setempat.
"Nanti anggota akan langsung datang ke kelurahan bekerjasama dengan Babinsa, Babinkamtibmas untuk melakukan pembayaran pajak,” tambah AKBP Erik.
Sementara ini baru ada dua unit motor Samsat Dulur Surabaya Utara yang menjadi prototipe sebelum diterapkan ke daerah lain di Surabaya dan Jatim.
Setelah Surabaya Utara, Samsat Dulur akan berlanjut ke Surabaya Barat dan Surabaya Timur untuk berkolaborasi dengan kelurahan setempat.
Kehadiran motor Samsat keliling jemput bola tersebut diharapkan dapat menjangkau daerah lain seperti industri dan daerah yang terpantau minim pembayaran pajak.
Kelebihan lainnya adalah bisa masuk ke daerah pemukiman padat penduduk, hal yang tidak bisa dilakukan oleh mobil Samsat Keliling.
Lebih lanjut, kehadiran Samsat Dulur tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kepuasan terhadap layanan kepolisian di wilayah kelurahan.
"Nanti akan diukur oleh teman-teman Bapenda, sejauh mana pencapaian targetnya, jika ini dirasakan efektif ada kenaikan tentu saja nanti akan ditularkan ke seluruh Wilayah Samsat di Jatim," sambungnya.
Sementara itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim menargetkan motor Samsat Dulur Surabaya Utara ini lebih banyak beroperasi di wilayah kelurahan padat penduduk yang memiliki tunggakan pajak cukup tinggi.
"Kita akan beroperasi di sana, intinya memudahkan pelayanan kepada wajib pajak, dengan kemudahan tersebut, diharapkan tunggakan pajak lebih mengecil," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pajak Bapenda Jatim, Kresna Bimasakti.
Ia menjelaskan, saat ini capaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jatim cukup positif.
"Alhamdulillah Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang wajib pajaknya lebih patuh dibandingkan provinsi lain," ungkapnya.
Sebagai informasi, tahun ini capaian pajak di Jatim telah mencapai 46 persen dari target sekitar Rp 7 triliun.
"Angka tunggakan di Jatim keseluruhan tidak pernah mencapai 10 persen, khusus untuk Surabaya Utara ini sudah kita cek datanya tunggakan hanya 7 persen,” katanya.
Ia berharap dengan adanya Samsat Dulur prosentase tunggakan bisa menjadi 6 persen, 5 persen, 4 persen dan bahkan bisa nol persen.
***