
Kolam renang Jambangan, salah satu sarana hiburan dan wisata bagi warga Surabaya yang memanfaatkan aset Pemkot. (Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Kabar gembira bagi warga Surabaya, karena dalam beberapa waktu ke depan tempat wisata di kota Pahlawan akan semakin bertambah dan merata hampir di seluruh wilayah.
Hal itu karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang mempersiapkan 1.100 aset berstatus "idle" atau aset tidur untuk dibangun tempat wisata baru sekaligus menghidupkan perekonomian warga sekitar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan, menyatakan bahwa keseluruhan aset 'idle' tersebut kini sedang diupayakan memiliki sertifikat.
Ia ingin menatanya agar tidak terbengkalai dan bermanfaat besar bagi masyarakat di sekitar lahan tersebut.
"Kami tata lagi, masih banyak (aset Pemkot), karena semuanya adalah aset pemerintah yang selama ini tidak terpakai dan terbengkalai. Saya manfaatkan kembali untuk masyarakat," kata Eri Cahyadi seperti dikutip dari Antara.
Sejumlah aset itu ada di beberapa wilayah, seperti di kawasan Nambangan, Sememi dan Made. Ketiga lahan di sana diproyeksikan untuk menjadi wisata rakyat.
Lalu satu lahan lainnya di wilayah Jambangan sedang dibangun kolam renang seharga Rp 5 ribu dan juga bozem.
Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, saat tempat wisata sudah jadi, maka akan banyak penjual UMKM yang nantinya bisa menggerakkan perekonomian.
"Kalau sudah menjadi sarana wisata, nanti pelaku UMKM itu bisa banyak yang berjualan di sana. Jadi menggerakkan lagi ekonominya," ujarnya.
Tidak hanya tempat wisata, Pemkot rencananya juga akan memanfaatkan aset lahan tersebut untuk dibangun lapangan olahraga bulutangkis dan gedung serbaguna, salah satunya di kawasan Klakahrejo, Kecamatan Benowo.
"Insya Allah bulan ini sudah bisa selesai semuanya. Kemarin kami sudah mengecek di sana juga," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan proses sertifikasi 1.100 aset "idle" tersebut tengah memasuki pengecekan administrasi hingga yuridisnya.
Menurut Wiwiek, proses sertifikasi tersebut cukup panjang karena harus melalui tahap-tahap tertentu.
"Memang proses sertifikasi harus clean and clear. Kami nanti masih dalam proses tahap awalnya dan dokumennya itu terpenuhi, baru kami lakukan proses selanjutnya," kata Wiwiek.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
