Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Mei 2024 | 20.37 WIB

Catatan Eri Cahyadi untuk Perbaikan Kota Lama di Surabaya, Apa Saja?

KOTA LAMA: Pengendara melintas tak jauh dari bangunan tua di kawasan Jembatan Merah, Surabaya. - Image

KOTA LAMA: Pengendara melintas tak jauh dari bangunan tua di kawasan Jembatan Merah, Surabaya.

JawaPos.com–Kawasan Kota Lama Surabaya terus bersolek. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta beberapa perbaikan dalam proses penataan pembangunan kota lama.

Menurut orang nomor satu di Surabaya itu, ada sejumlah titik yang harus penambahan material. Hal tersebut disampaikan Eri Cahyadi saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) pembangunan dan penataan kawasan kota lama, Selasa (14/5) malam.

Eri menyampaikan, ada penambahan material dalam penataan kota lama. Antara lain jalur pedestrian Jalan Rajawali, di depan Hotel Arcadia Surabaya. Eri ingin penataan batu alam di jalur pedestrian tersebut diratakan dan penambahan tanaman di Surabaya.

”Saya minta beberapa ada yang perlu diperbaiki, saya minta untuk dibongkar, karena ada yang kurang pas. Termasuk penataan tanaman, juga terkait dengan pemasangan batu alam. Jadi ada yang kurang pas, saya minta agar di-stamper lagi agar rata,” kata Eri Cahyadi.

Kemudian, Eri menyampaikan, di zona Eropa di kawasan Kota Lama Surabaya ditambah penerangan jalan umum (PJU). Hal itu bertujuan memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki dan pengunjung kota lama.

”Karena ini nanti (rutenya) memutar Bank Mandiri, sehingga di situ harus ada lampu yang lebih terang dan pembangunan juga harus lebih rata, tidak boleh lagi ada yang seperti tadi,” tegas Eri.

Terkait utilitas listrik menjuntai hingga ke bawah jalur pedestrian juga wajib diperbaiki. Sebab, hal itu akan membahayakan pejalan kaki, jika tidak segera dilakukan perbaikan.

Dia juga meminta kepada jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera merapikan ducting.

”Jadi ada penurunan kabel itu direncanakan tanggal 16, saya bilang, kalau ini terlambat bisa kacau. Maka dari itu, ini (kabel) harus diturunkan semua kabelnya, karena sudah mulai ada pembongkaran dari PLN, sehingga nanti tanggal 16-17 sudah bisa masuk (ke dalam ducting),” papar Eri.

Wisata heritage di kawasan kota lama itu terbagi menjadi empat zona. Yakni zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, yang dulu menjadi pusat perekonomian. Tak sedikit toko-toko yang didirikan etnis Tionghoa di sepanjang Jalan Kya-Kya Kembang Jepun.

Selain itu, banyak saudagar dari Arab dari negara timur yang berdagang di kawasan tersebut. Sedangkan di zona Eropa menjadi pusat kota di zaman pemerintahan kolonial Belanda.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore