
UPN Veteran Jatim kukuhkan Euis Nurul Hidayah sebagai profesor guru besar bidang Ilmu Pengolahan Air Minum.
JawaPos.com–Setelah 40 hari lalu UPN Veteran Jawa Timur mengukuhkan dua profesor di bidang ilmu kimia dan ilmu manajemen agrobisnis, kemarin (4/4) UPN kembali menambah satu lagi profesor baru. Yakni, Euis Nurul Hidayah, dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, UPN Veteran Jawa Timur.
Euis dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Pengolahan Air Minum. Dalam orasi ilmiahnya, Euis menyampaikan tentang karakterisasi dissolved organic matter (DOM) sebagai strategi dalam pengolahan air bersih berkelanjutan.
Menurut dia, kajian bahan organik terlarut atau yang disebut dissolved organic matter (DOM) pada air bersih di Indonesia masih belum tersentuh. ”Tidak semua air bersih itu layak minum, karena parameter dan kelayakan kualitasnya berbeda,” kata Euis.
Euis menjelaskan, air bisa dikatakan sebagai air bersih ketika memiliki standar baku mutu Kesehatan lingkungan dan memenuhi syarat kesehatan. Seperti tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, serta bebas dari cemaran biologi dan kimia.
Air bersih, lanjut dia, juga bisa menjadi air yang layak minum ketika air tersebut telah memenuhi kriteria-kriteria khusus yang lebih detail lagi. Seperti memenuhi syarat kesehatan, syarat fisika, syarat mikrobiologi, kimiawi, dan radioaktif.
Untuk mendapatkan air bersih, menurut dia, masyarakat Indonesia masih bergantung pada air sungai. Padahal, kondisi air sungai di sebagian besar wilayah Indonesia, saat ini telah mengalami pencemaran. Baik oleh limbah industri, limbah rumah tangga, serta pencemaran alamiah.
”Bahan baku sumber air kita sangat rentan. Belum lagi zat-zat organik terlarut yang terkandung di dalamnya,” ungkap Euis, profesor berusia 46 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Euis menambahkan, sejauh ini, perusahaan pengolahan air bersih di Indonesia telah melakukan upaya secara maksimal dalam memproses bahan baku sumber air menjadi air yang layak konsumsi. Hanya, menurut profesor ke-17 UPN Veteran Jawa Timur, itu air yang telah diolah tersebut masih memiliki risiko munculnya senyawa karsinogenik, ketika kandungan bahan organik terlarut masih ada di dalam air tersebut.
Dalam paparannya, Euis menyatakan, bahan organik terlarut sangat susah untuk disisihkan. Sehingga perlu dilakukan strategi khusus dalam pengolahan air bersih tersebut.
”Strategi yang bisa dilakukan antara lain dengan melakukan kontrol dan monitoring mulai dari unit proses sampai pada distribusi. Jangan sampai pada sistem distribusi, air yang masuk di keran-keran rumah itu mengandung senyawa-senyawa yang membahayakan,” jelas Euis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
