
Kolaborasi riset lapangan UPN Veteran Jatim dan Desa Wonocoyo sebagai Manifestasi Blue Economy di Pesisir Kabupaten Trenggalek. (Istimewa)
JawaPos.com-Desa Wonocoyo di Kabupaten Trenggalek kini bukan sekadar destinasi wisata. Lewat kolaborasi apik antara UPN Veteran Jawa Timur dan pemerintah desa setempat, pesisir Panggul ini mulai bertransformasi menjadi pusat riset Blue Economy berbasis ekosistem mangrove.
Lima sukarelawan muda yang direkrut via media sosial diterjunkan ke lapangan untuk memetakan potensi sekaligus tantangan nyata yang dihadapi hutan bakau di sana. Program ini berupaya memutus tren tanam lalu ditinggal yang sering terjadi pada aksi lingkungan.
Tim peneliti muda tidak hanya menanam 700 bibit mangrove bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Mereka juga melakukan observasi mendalam di kawasan konservasi penyu Pantai Kili-Kili.
Praja Firdaus, inisiator program, menekankan pentingnya pemetaan sosial (social capture) agar gerakan ini berdampak panjang. Social capture itu untuk memudahkan pemetaan ekosistem mangrove di Desa Wonocoyo.
"Mapping ini penting karena kami tidak ingin gerakan budidaya mangrove ini hanya sekedar selebrasi dan seremonial saja," tegas Praja.
Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah masalah sampah kiriman. Karena lokasi mangrove berada di hilir sungai, tumpukan sampah dari hulu sering menghambat pertumbuhan bibit saat curah hujan tinggi.
Menariknya, warga Desa Wonocoyo punya cara cerdas untuk beradaptasi. Mereka kini fokus menanam bibit yang jatuh alami dari pohon induk di lokasi, bukan mendatangkan bibit dari luar kota.
Strategi ini terbukti memangkas biaya transportasi dan logistik secara signifikan. Penghematan dana tersebut dialokasikan untuk pembersihan sampah secara rutin, sehingga keberlangsungan ekosistem lebih terjamin.
Tak hanya soal konservasi, tim riset juga menggali potensi ekonomi warga lokal. Salah satunya pengolahan buah bogem (sonneratia caseolaris) menjadi sirup segar.
Langkah ini sejalan dengan status Desa Wonocoyo yang baru saja meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Sekretaris Desa Wonocoyo Eko Margono menyambut positif inisiatif riset ini sebagai landasan pembangunan desa ke depan.
"Wonocoyo baru saja menerima penghargaan Juara II Nasional sebagai Desa Wisata Berbasis Atraksi Alam oleh Kementerian Pariwisata. Sehingga dengan adanya penelitian lapangan berbasis ekosistem mangrove ini bisa dijadikan rujukan pengembangan ekosistem mangrove Wonocoyo ke depannya," ujar Eko.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
