
Pembangunan Box Culvert di Dukuh Kupang Barat Surabaya./surabaya.go.id
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mewujudkan kota bebas banjir dan genangan saat musim hujan. Salah satunya melalui perbaikan sistem drainase di titik-titik rawan banjir.
Saat ini, Pemkot Surabaya tengah mengebut pembangunan saluran di Jalan Dukuh Kupang Barat I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, salah satu titik di Surabaya yang rawan banjir.
Demi kelancaran pembangunan, Pemkot Surabaya terus berkoodinasi dengan pemilik jaringan utilitas dan warga yang terdampak proyek tersebut.
Hal itu dilakukan untuk bersiaga melakukan penanganan jika nantinya terjadi gangguan utilitas akibat pembangunan saluran tersebut dan tidak sampai menganggu aktivitas warga.
“Kami sudah memperhitungkan adanya utilitas dan sebagainya yang ada di sini. Misalnya berkoordinasi dengan PDAM, bahkan ada personil dari PDAM yang on call jika ada jaringan yang putus, bisa dihubungi, kemudian bisa langsung dikerjakan,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, Rabu (24/4) seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
Penyebabnya adalah tanah galian mengalami longsor dan menimpa pipa PDAM yang posisinya melintang.
“Ketarik karena longsor, pipanya ketarik. Jadi itu bukan karena kegaruk (alat berat), akan tetapi karena longsor saat hujan sehingga pipanya keseret hingga melengkung, ketarik akhirnya putus,” beber Syamsul.
Ia menambahkan, terputusnya aliran air PDAM akibat tertimpa tanah galian longsor tersebut sampai terjadi tiga kali, yaitu pada Selasa (23/4) sore dan malam, serta Rabu (24/4) pagi.
Baca Juga: Jadi Sumber Lemak Sehat Hingga Tulang Kuat, Berikut Manfaat Minyak Wijen Bagi Kesehatan Tubuh
“Selasa (23/4) sore sudah diperbaiki, kemudian malamnya copot lagi, jam 1 malamnya itu diperbaiki lagi. Nah, Rabu (24/4) pagi tadi copot lagi, kini sudah diperbaiki,” sebutnya.
Meskipun sempat terjadi gangguan yang menimpa jaringan utilitas, namun pembangunan box culvert di Dukuh Kupang Barat 1 harus tetap berlanjut.
Sebagai informasi, Pemkot Surabaya bahkan menambah kapasitas box culvert dari yang hanya berukuran 1x1 meter, menjadi 2x2 dan 3x3 meter.
“Ini panjangnya 220 meter, terbagi menjadi dua box-nya, tipenya ada dua yang 2x2 meter dan satunya 3x3 meter. Yang 3x3 itu karena space-nya agak besar, kita maksimalkan untuk daya tampungannya,” jelasnya.
Nantinya, proses pemasangan dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan mengganti box culvert berukuran 2x2 meter.
“Dari hilir dulu yang kita kerjakan 2x2 meter, nanti selanjutnya yang 3x3 meter,” kata Syamsul.
Sejauh ini, proses pengerjaannya baru mencapai 9 persen, dengan target empat bulan sudah terpasang semua.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
