Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 April 2024 | 16.44 WIB

Diprediksi Kendaraan Berkurang 60 Persen, Jalanan di Surabaya Lengang Ditinggal Pemudik

SEMUA SISI: Petugas memantau arus lalu lintas Kota Surabaya di Command Center Gedung Siola kemarin. Saat ini belum terlihat kepadatan kendaraan di semua jalanan Surabaya. - Image

SEMUA SISI: Petugas memantau arus lalu lintas Kota Surabaya di Command Center Gedung Siola kemarin. Saat ini belum terlihat kepadatan kendaraan di semua jalanan Surabaya.

 
JawaPos.com - Sudah menjadi hal yang umum terjadi setiap menjelang hari raya Idul Fitri, kota-kota besar seperti Surabaya kerap berubah menjadi lebih sepi lantaran ditinggal pemudik pulang kampung.
 
Seperti yang terlihat pada hari raya Idul Fitri 1445 H di tahun 2024 ini. Dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (8/4), jalanan seperti di Jalan Gubernur Suryo yang biasanya dipadati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, pada Minggu (7/4) pagi hingga malam kemarin terpantau lenggang.
 
Kondisi tersebut juga terlihat di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Romokalisari yang juga tampak sepi dari kendaraan yang berlalu-lalang. Padahal di hari biasanya kendaraan roda dua dan empat, serta kendaraan besar cukup mendominasi.
 
Pengamat dan pakar transportasi Machsus Fawzi mengatakan bahwa suasana lengang di jalanan Surabaya tersebut akan berlangsung selama libur panjang lebaran.
 
 
"Pasti kalau mudik tiba kondisi jalanan di Surabaya juga akan berpengaruh. Karena banyaknya masyarakat yang mudik ke kampung untuk berlebaran," ujarnya.
 
Machsus Fawzi menyebutkan bahwa diperkirakan terdapat sekitar 60 persen kendaraan yang diprediksi berkurang di Surabaya. Sementara itu untuk kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya dipastikan tidak terlalu banyak.
 
"Kalau yang masuk ada, terutama warga yang mudik ke Surabaya tapi tidak sebanding yang keluar," katanya.
 
Kondisi Surabaya yang sepi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap perputaran ekonomi di Kota Pahlawan, namun hal itu wajar terjadi selama libur lebaran.
 
 
Machsus Fawzi yang merupakan dosen ITS ini menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi paling lama hanya sekitar enam atau tujuh hari saja.
 
"Pergerakan ekonomi di kota besar selama mudik lebaran akan menurun tapi itu hanya beberapa hari saja. Sekarang giliran daerah lain yang panen hasil dari pergerakan pemudik selama Lebaran," jelasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore