Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 April 2024 | 21.29 WIB

Reka Adegan Pembunuhan di Tambak Surabaya, Tersangka Sembunyikan Celurit Sebelum Membunuh

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan di kawasan tambak di Keputih Surabaya. - Image

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan di kawasan tambak di Keputih Surabaya.

JawaPos.com–Polrestabes Surabaya bersama Polsek Sukolilo melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan di kawasan tambak di Keputih Surabaya. Urutan rekonstruksi lebih kurang ada 12 adegan.

Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara mengatakan, rekonstruksi berjalan lancar. Total ada 12 adegan dalam rekonstruksi yang dikawal tim gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Sukolilo.

”Di urutan rekonstruksi pertama, tersangka Seli Hadianto (SH) menyembunyikan celurit sebagai senjata tajam yang digunakan lima hari sebelum membunuh Mochamad Hudoyo (MH) di kawasan tambak Sukolilo Surabaya,” terang I Made Patera Negara kepada JawaPos.com.

Diketahui dari rekonstruksi, tersangka sempat bersembunyi di balik pohon untuk menunggu korban melintas. Ketika korban (MH) lewat, pelaku langsung membacok korban sekali dan mengenai dada bagian kiri.

Setelah senjata tajam pelaku menusuk dada kiri korban, tersangka mengejar korban yang lari. Korban melarikan diri dan tersangka khawatir aksinya diketahui, memutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran.

”Tersangka balik kanan dan menyembunyikan senjata tajam di samping tambak di kawasan Keputih Surabaya,” ujar I Made Patera Negara.

Sebelumnya, Polsek Sukolilo bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap misteri mayat bersimbah darah yang ditemukan di kawasan tambak di Jalan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya pada 18 Maret.

Pria berinisial MH tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di samping tambak Surabaya. terdapat luka terutama di bagian dada. Penemuan jasad MH sempat membuat gempar masyarakat sekitar. Karena kematian MH dinilai begitu tragis.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, pihaknya sempat mengalami kendala saat mengevakuasi jasad MH. Posisi MH berada jauh dari permukiman dan memasuki area tambak yang tak bisa dijangkau mobil.

”Sempat ada kendala, karena situasinya tidak memungkinkan pakai mobil dan jalan kaki sekitar 6 km di titik ditemukannya korban. Setelah itu tim turun dan penyelidikan, diyakini SH (tersangka) lari di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Pati, Lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Jember,” kata Hendro.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore