
: Kondisi para pasien di RS Bawean yang terpaksa dirawat di pelataran rumah sakit demi mencegah dampak terjadinya gempa susulan. (Radar Gresik/ JPG)
JawaPos.com – Pada hari Jumat (22/3) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat terjadi setidaknya sepuluh kali gempa di Pulau Bawean. Sementara di daratan Kabupaten Gresik terjadi tiga kali gempa.
Suyono selaku Kepala BPBD Gresik menyampaikan bahwa tiga kali gempa yang mengguncang daratan Gresik yakni pada pukul 11.25 WIB atau menjelang Sholat Jumat dengan kekuatan 6.0 skala richter. Lalu pada pukul 12.32 WIB dengan kekuatan 5,3 skala richter. Terakhir pada pukul 15.52 WIB dengan kekuatan 6,5 skala richter.
Ia menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak di koordinat 5,79 derajat LS dan 112,32 derajat BT atau di laut pada jarak 132 kilometer arah Timur Laut Tuban, pada kedalaman 10 kilometer.
“Untuk di Kecamatan Tambak, Bawean ini kerusakannya sedikit lebih parah,” ujar Suyono seperti dilansir dari Radar Gresik (JawaPos Group).
Dampak dari gempa itu di Pulau Bawean yakni sebuah rumah di Desa Klumpanggubug mengalami retak pada tembok. Sementara di Desa Tambak, barang-barang toko berjatuhan dan berserakan.
“Kemudian di Desa Telukjatidawang, satu rumah warga temboknya retak. Dua rumah lain temboknya runtuh. Seorang lansia di Desa Tambak Bernama Hasi’ah berusia 71 tahun tertimpa genteng jatuh dan mengalami luka ringan,” imbuhnya.
Sedangkan di RS Bawean para pasien dibawa keluar ruangan dan dirawat di area pelataran rumah sakit. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal buruk yang tidak diinginkan. Sebab, pihaknya khawatir akan terjadi gempa susulan lagi.
“Masyarakat diimbau agar tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Diimbau juga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa,” kata dia.
Bupati Gresik, Akhmad Yani dan Wakil Bupati (Wabup), Aminatun Habibah menaruh perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Keduanya langsung melakukan panggilan video call dengan Camat Sangkapura dan Tambak untuk mengetahui kondisi terkini warga di sana.
“Tadi kami langsung menghubungi Camat Tambak dan Sangkapura untuk mengetahui situasi terkini di sana,” ungkap Bupati Gresik tersebut.
Untuk itu, ia mengaku telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) agar melakukan inventarisir kerusakan bangunan yang terjadi di sana.
“Kami inventarisir dulu, nanti akan kami koordinasikan bagaimana penanganannya,” tegasnya.
Bupati Gresik itu berharap tidak ada gempa susulan lagi agar tidak mengakibatkan korban jiwa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
