
Peresmian fasilitas baru Dharma Nugraha Hospital di Jakarta, Selasa (21/4). (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com–Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak, cepat, dan terjangkau kian mendesak, terutama di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta. Di tengah tantangan biaya medis yang terus meningkat, keberadaan fasilitas kesehatan dengan layanan lengkap dan sistem yang efisien menjadi faktor krusial dalam menjamin akses kesehatan yang merata.
Di wilayah Jakarta Timur, salah satu rumah sakit yang mencoba menjawab tantangan tersebut adalah Dharma Nugraha Hospital. Institusi kesehatan yang telah berdiri sejak 1996 ini melakukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar pada aspek fisik, tetapi juga pada sistem pelayanan dan pendekatan terhadap pasien.
Ketersediaan layanan medis yang komprehensif menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan fasilitas kesehatan. Rumah sakit ini kini menyediakan berbagai layanan mulai dari rawat jalan hingga rawat inap dengan dukungan spesialisasi seperti penyakit dalam, jantung, saraf, hingga ibu dan anak.
Selain itu, fasilitas penunjang seperti IGD 24 jam, laboratorium, radiologi, dan fisioterapi turut diperkuat guna mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efektivitas layanan, yang selama ini menjadi keluhan umum di banyak fasilitas kesehatan.
Tak hanya itu, layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat modern juga mulai diperluas. Program seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) dan layanan kunjungan ke rumah (home service) menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas atau waktu.
Yang juga penting, perbaikan layanan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas fisik. Sistem operasional dan tata kelola juga memegang peran penting dalam memastikan layanan berjalan optimal.
Dalam hal ini, MEDIVARA Healthcare Consulting dilibatkan untuk mendampingi transformasi sistem rumah sakit, termasuk penguatan hospital information system dan standar pelayanan. Pendekatan ini mencerminkan tren di sektor kesehatan, di mana digitalisasi dan efisiensi operasional menjadi kunci untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Selain aspek teknis, pendekatan yang lebih humanis terhadap pasien juga semakin mendapat perhatian. Direktur sekaligus pemilik rumah sakit Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tetapi juga pengalaman pasien secara keseluruhan.
”Transformasi ini bukan hanya tentang fasilitas, tetapi bagaimana pasien merasa nyaman, diperhatikan, dan yakin bahwa mereka mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi kepada JawaPos.com saat peresmian fasilitas baru Dharma Nugraha Hospital di Jakarta, Selasa (21/4).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
