
Pengerjaan gorong-gorong di kawasan Kembang Jepun, Surabaya. (Radar Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Suroboyo Kutho Lawas.
Salah satu inisiatif terbaru dalam pengembangan area Suroboyo Kutho Lawas adalah proyek revitalisasi Taman Sejarah, yang dijelaskan oleh Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Iman Krestian Mahardono.
Menurutnya, revitalisasi taman yang sudah berdiri sejak tahun 1748 tidak hanya dilakukan untuk mempercantik tampilannya, melainkan juga untuk menyediakan fasilitas Tourist Information Center (TIC).
Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengunjung tentang destinasi heritage lain di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, beberapa ruangan tambahan juga sedang dibangun, termasuk kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta ruang yang direncanakan untuk coffee shop atau perpustakaan.
Bagian atas taman juga akan dimanfaatkan sebagai dek bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan sungai.
"Fokusnya saat ini memang area belakang," ucapnya.
Selain revitalisasi taman, pemerintah setempat juga sedang melakukan penataan ulang saluran air dan gorong-gorong di Jalan Kembang Jepun.
Pekerjaan ini diprioritaskan untuk diselesaikan sebelum bulan puasa, yang mana mengakibatkan penutupan sementara Wisata Pecinan Kya-Kya selama satu bulan.
Rencananya, kawasan wisata tersebut akan dibuka kembali setelah perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah, menurut pernyataan dari Michael Wijaya, pengurus Wisata Pecinan Kya-Kya.
"Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti pengerjaan saluran di Kembang Jepun sudah selesai. Kalau belum selesai ya belum bisa dibuka," kata Michael Wijaya, pengurus Wisata Pecinan Kya-Kya.
Dia berharap bahwa setelah penyelesaian pekerjaan gorong-gorong dan penataan ulang jalur pedestrian, kawasan wisata Kya-Kya akan kembali menjadi ramai.
Meskipun demikian, dampak pandemi yang masih terasa memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi para pedagang. Menurut Wijaya, cuaca hujan yang berkelanjutan menyebabkan sepi di Wisata Pecinan Kya-Kya.
Dia menganggap ini sebagai masalah yang sudah lazim di kawasan tersebut karena sebagian besar pedagang berjualan di luar ruangan.
"Kalau hujan terus ya sepi. Itu masalah klasik di Kya-Kya karena jualan di tempat terbuka," katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
