Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2024 | 01.54 WIB

Wisata Pecinan Kya-Kya Tutup Satu Bulan, Pemkot Kembangkan Potensi Kutho Lawas Sebagai Objek Pariwisata

Pengerjaan gorong-gorong di kawasan Kembang Jepun, Surabaya. (Radar Surabaya) - Image

Pengerjaan gorong-gorong di kawasan Kembang Jepun, Surabaya. (Radar Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Suroboyo Kutho Lawas.

Salah satu inisiatif terbaru dalam pengembangan area Suroboyo Kutho Lawas adalah proyek revitalisasi Taman Sejarah, yang dijelaskan oleh Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Iman Krestian Mahardono.

Menurutnya, revitalisasi taman yang sudah berdiri sejak tahun 1748 tidak hanya dilakukan untuk mempercantik tampilannya, melainkan juga untuk menyediakan fasilitas Tourist Information Center (TIC).

Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengunjung tentang destinasi heritage lain di sekitar kawasan tersebut.

Selain itu, beberapa ruangan tambahan juga sedang dibangun, termasuk kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta ruang yang direncanakan untuk coffee shop atau perpustakaan.

Bagian atas taman juga akan dimanfaatkan sebagai dek bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan sungai.

"Fokusnya saat ini memang area belakang," ucapnya.

Selain revitalisasi taman, pemerintah setempat juga sedang melakukan penataan ulang saluran air dan gorong-gorong di Jalan Kembang Jepun.

Pekerjaan ini diprioritaskan untuk diselesaikan sebelum bulan puasa, yang mana mengakibatkan penutupan sementara Wisata Pecinan Kya-Kya selama satu bulan.

Rencananya, kawasan wisata tersebut akan dibuka kembali setelah perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah, menurut pernyataan dari Michael Wijaya, pengurus Wisata Pecinan Kya-Kya.

"Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti pengerjaan saluran di Kembang Jepun sudah selesai. Kalau belum selesai ya belum bisa dibuka," kata Michael Wijaya, pengurus Wisata Pecinan Kya-Kya.

Dia berharap bahwa setelah penyelesaian pekerjaan gorong-gorong dan penataan ulang jalur pedestrian, kawasan wisata Kya-Kya akan kembali menjadi ramai.

Meskipun demikian, dampak pandemi yang masih terasa memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi para pedagang. Menurut Wijaya, cuaca hujan yang berkelanjutan menyebabkan sepi di Wisata Pecinan Kya-Kya.

Dia menganggap ini sebagai masalah yang sudah lazim di kawasan tersebut karena sebagian besar pedagang berjualan di luar ruangan.

"Kalau hujan terus ya sepi. Itu masalah klasik di Kya-Kya karena jualan di tempat terbuka," katanya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore