Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 02.09 WIB

Tekan Laju Inflasi Setahun, Pemkot Surabaya Panen Raya 3 Ton Padi Bersama Warga

DKPP) Surabaya panen raya padi bersama kelompok tani Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Sabtu (16/3). - Image

DKPP) Surabaya panen raya padi bersama kelompok tani Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Sabtu (16/3).

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya panen raya padi bersama kelompok tani Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Sabtu (16/3). Selain padi, kelompok tani di wilayah Kelurahan Made juga panen cabai dan kacang panjang.

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, panen padi kali ini cukup memuaskan dan menguntungkan kelompok tani di Kelurahan Made. Tanah seluas 0,9 hektare tersebut menghasilkan sekitar 3 ton padi.

”Panen padi ini upaya kita untuk menekan harga beras, jadi kebetulan kelompok tani Sendang Biru di Kecamatan Sambikerep panen padi jenis premium, Ir 64. Juga bersamaan dengan panen cabai dan kacang panjang,” kata Antiek.

Antiek menjelaskan, panen raya kali ini bersamaan dengan panen cabai dan kacang panjang, menggunakan pola tanam tumpangsari. Pola tanam tumpangsari untuk menghindari serangan hama tanaman cabai dan padi.

”Kita kombinasikan, jadi mengobati dengan cara alami, sekaligus bisa dipanen. Kalau kita lihat cabai yang tidak diberikan tumpangsari akan diserang hama, tetapi kalau yang ada tumpangsarinya tidak diserang hama. Nah, tumpangsari dengan kacang panjang sehingga tidak bisa diserang hama,” jelas Antiek.

Dia menyebutkan, panen padi di Kelurahan Made pada 2024, baru dipanen sekali ini. Sedangkan cabai, sudah kelima kali, dan kacang panjang hampir 12 kali panen. ”Setahun (panen padi) tiga kali. Itu kalau nggak hujan,” sebut Antiek Sugiharti.

Dia mengungkapkan, panen raya padi tersebut akan dimanfaatkan warga di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep. Padi sebanyak 3 ton tersebut mampu memenuhi kebutuhan warga di Kelurahan Made selama setahun mendatang.

”Yang panen di sini kebetulan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan di kampungnya dalam setahun. Jadi tidak dijual, sehingga meminimalkan kebutuhan beras sehingga tidak membeli (beras) dari luar,” ungkap Antiek Sugiharti. 

Agar kelompok tani di wilayah Kelurahan Made terus produktif, lanjut dia, DKPP Kota Surabaya terus melakukan pendampingan. Mulai dari memberi bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, hingga pestisida.

Ketua Kelompok Tani Mulyo Suliono mengatakan, warga di Kelurahan Made sangat terbantu dengan adanya panen raya itu. Sebab, kebutuhan beras di wilayah Kelurahan Made sudah tercukupi hingga setahun ke depan.

”Selain itu kan gotong royong warga di sini setiap tahun kan ada. Kadang ketika ada hajatan itu masing-masing warga ada yang menyumbang beras, kadang ada beras satu kilogram itu pun nggak habis, karena warga di sini itu rukun dan gotong-royong yang kuat,” kata Suliono.

Suliono berharap, ke depannya pemkot bisa memberikan peralatan yang lebih canggih lain agar panen yang dihasilkan bisa lebih maksimal. Misalnya, ada bantuan alat drone spray untuk mempercepat kerja para kelompok tani.

”Itu kan salah satu teknologi baru yang sangat perlu dikembangkan di sini. Mengingat kecepatan serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) dengan penanganan, kalau dengan alat itu (drone spray) lebih cepat, satu hektare bisa cuma 20-30 menit,” ucap Suliono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore