
Ilustrasi - Dua petugas Griya Wreda Jambangan melakukan pelayanan kepada seorang lansia. ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengambil langkah penting dengan menetapkan kawasan Babat Jerawat, yang terletak di Kecamatan Pakal, sebagai lokasi untuk pembangunan fasilitas penampungan bagi lansia terlantar atau panti griya wreda.
Langkah ini diambil oleh Pemkot Surabaya sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan perawatan dan perlindungan bagi lansia yang terlantar di kota tersebut.
Dikutip dari ANTARA, menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin, pembangunan griya wreda di Babat Jerawat sedang dalam proses untuk memastikan bahwa penanganan terhadap lansia menjadi lebih komprehensif.
"Pembangunan griya wreda di Babat Jerawat sekarang masih proses. Sehingga penanganan kepada lansia bisa komprehensif," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin dalam keterangan resmi di Surabaya, Kamis (14/3).
Griya Wreda Babat Jerawat diharapkan mampu menampung sekitar 300 hingga 350 lansia, memberikan mereka lingkungan yang aman dan perawatan yang diperlukan.
Proses pembangunan fasilitas baru ini telah dimulai pada tahun ini dengan memanfaatkan bangunan atau lahan yang sebelumnya digunakan sebagai penampungan bagi penderita kusta yang telah sembuh.
Anna menjelaskan bahwa sebagian penderita kusta telah dipulangkan atau pindah ke tempat tinggal baru, sehingga bangunan tersebut dapat dialihfungsikan untuk keperluan yang lebih mendesak.
"Penderita kusta sudah sembuh, ada yang sudah pindah ke rumah susun, ada juga sudah punya rumah sendiri dengan hasil dia dapatkan. Dan ada yang sudah kami pulangkan," ujarnya.
Tujuan utama dari pembangunan fasilitas penampungan bagi lansia terlantar ini adalah untuk mengatasi masalah kelebihan daya tampung di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Griya Wreda Jambangan dan UPTD Kalijudan. Saat ini, terdapat total 223 lansia yang tinggal di kedua UPTD tersebut.
"Kami pindahkan jadi satu, kalau menjadi satu akan lebih terkontrol," ujar dia.
Dalam upaya untuk memberikan solusi yang lebih holistik, Pemkot Surabaya juga telah merencanakan penggunaan bangunan bekas UPTD Kalijudan sebagai fasilitas Sekolah Bibit Unggul, yang direncanakan akan dibuka pada bulan Mei 2024.
Langkah ini sejalan dengan arahan dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kota tersebut.
Selain itu, anak-anak yang sebelumnya ditampung di UPTD Kalijudan akan dipindahkan ke bangunan eks Griya Wreda Jambangan.
Fasilitas Sekolah Bibit Unggul nantinya akan diarahkan untuk mendukung program ‘satu KK, satu sarjana’, yang menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia di Surabaya.
"Pak Wali ingin ada sekolah bibit unggul untuk program satu KK, satu sarjana. Anak-anak istimewa yang ada di Kalijudan kami pindahkan ke Jambangan," ucap dia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
