
Kasatpol PP Kota Surabaya M Fikser.
JawaPos.com–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menggelar patroli Asuhan Rembulan sepanjang Ramadhan 2024. Itu dilakukan untuk mengantisipasi perang sarung antarkelompok anak maupun remaja yang dapat merugikan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Surabaya berkoordinasi dengan seluruh personel Satpol PP Surabaya di 33 kecamatan beserta jajaran TNI-Polri.
”Giat Asuhan Rembulan ini tidak hanya kami lakukan di skala kota saja, namun juga libatkan seluruh jajaran praja di kecamatan. Kami antisipasi jika ada indikasi aktivitas yang merugikan masyarakat,” kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Rabu (13/3).
Fikser menjelaskan, dalam giat tersebut anggotanya akan dikerahkan untuk patroli di wilayah yang berpotensi terjadi kerawanan ketertiban. Yakni untuk memastikan keamanan serta kenyamanan bagi warga Surabaya.
”Kami lakukan pengawasan wilayah yang berpotensi terjadi kerawanan ketertiban umum. Kami juga antisipasi kegiatan yang dilakukan anak-anak seperti perang sarung,” ujar Fikser.
Dia mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, dipastikan sudah berada di rumah pada pukul 22.00 WIB, mengingat adanya jam malam untuk anak di bawah umur.
”Untuk orang tua, saya harap untuk selalu mengawasi anaknya, paling tidak mengontrol keberadaannya. Kami juga minta kepedulian sesama warga, ketika melihat kerumunan anak-anak supaya diingatkan atau bisa menghubungi command center 112,” tutur Fikser.
Menurut dia, beberapa kejadian perang sarung dilakukan untuk konten. Namun, tindakan tersebut membahayakan dan tidak dapat dibenarkan.
”Jika melihat adanya kerumunan, bisa diinformasikan ke kami, kami akan datang untuk membubarkan kerumunan tersebut. Karena kepedulian itu tidak hanya lewat Satpol PP, tapi dari orang terdekat mulai orang tua, keluarga, tetangga, warga,” ucap Fikser.
Jika petugas mendapati ada remaja atau pelajar terlibat perang sarung atau tawuran, akan dikenakan sanksi sosial.
”Kalau ada yang bawa senjata kita serahkan ke polisi. Karena dalam operasi ini ada polisi yang bersama kami. Sementara yang tidak kedapatan membawa senjata tajam, akan kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Termasuk juga memanggil orang tua dan gurunya,” papar Fikser.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
