Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Maret 2024 | 13.25 WIB

Stabilisasi Harga Saat Ramadhan, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah di Ratusan Titik

Salah seorang warga membeli beras di pasar murah yang digelar oleh Pemkot Surabaya, di Rusun Penjaringansari, Selasa (12/3/2024) sore. ANTARA/Ananto Pradana - Image

Salah seorang warga membeli beras di pasar murah yang digelar oleh Pemkot Surabaya, di Rusun Penjaringansari, Selasa (12/3/2024) sore. ANTARA/Ananto Pradana

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, telah mengambil langkah proaktif dengan menggelar pasar murah pada ratusan titik di wilayah.

Pasar murah ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahwa pemerintah kota telah mengadakan pasar murah di 244 titik selain menyediakan bahan pokok di Kios TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dalam upaya stabilisasi harga di wilayah surabaya.

"Selain menyediakan bahan pokok di Kios TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), pemerintah kota juga menggelar pasar murah di 244 titik," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seusai membuka pasar murah di komplek Rumah Susun Penjaringansari, Selasa sore (12/3).

Dilaporkan oleh ANTARA, menurut Eri Cahyadi, tujuan diadakannya pasar murah adalah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir.

"Masyarakat tidak perlu panik, kami upayakan ketersediaan kebutuhan pokok terjaga," ujarnya.

Menurut Eri Cahyadi, program pasar murah Pemkot Surabaya ini tidak hanya akan diadakan selama bulan Ramadhan, tetapi akan dievaluasi dan dapat berlanjut hingga akhir tahun.

"Kami evaluasi dulu yang hari ini, kemudian bisa mengetahui apakah digelar satu kali atau dua kali sampai akhir tahun," ucapnya.

Eri Cahyadi juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah penimbunan bahan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ketersediaan barang di setiap pasar di Surabaya terjaga.

"Harapannya setiap pasar di Surabaya juga mengetahui kebutuhan barangnya ada atau tidak," tutur dia.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menjelaskan bahwa pasar murah hari ini merupakan hasil sinergi dengan Bulog.

Sasaran utama pasar murah adalah warga yang tinggal di rusun dan mereka yang berada dalam lingkup kemiskinan.

"Target sasaran kami warga rusun dan kantong-kantong kemiskinan. Tetapi kalau ruang yang digunakan tidak cukup maka bisa digelar di lapangan," ujarnya.

Dinkopdag Kota Surabaya telah menyediakan total 250 ton beras, terdiri dari 50 ton beras SPHP seharga Rp50.000 per lima kilogram dan 200 ton beras premium seharga Rp67.500 per lima kilogram.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore