Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 20.24 WIB

Lagi, Kajian Ustad Riza Basalamah Ditolak GP Ansor, Kali Ini Giliran di Perak Surabaya

Sebelum insiden pembubaran, jamaah Assalam Purimas Surabaya bertemu dengan Banser untuk mediasi. Hasil kesepakatan tidak ada pengajian dengan Ustad Syafiq Riza Basalamah. - Image

Sebelum insiden pembubaran, jamaah Assalam Purimas Surabaya bertemu dengan Banser untuk mediasi. Hasil kesepakatan tidak ada pengajian dengan Ustad Syafiq Riza Basalamah.

JawaPos.com–Setelah menuai protes dan hampir berujung perselisihan di Masjid Purimas Surabaya, Ustad Riza Basalamah kembali ditolak GP Ansor Surabaya, Kecamatan Krembangan.

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Krembangan mengeluarkan surat keberatan terhadap kedatangan Riza Basalamah yang bakal mengadakan pengajian di Kawasan Perak, Surabaya. Surat itu dikeluarkan pada 1 Maret.

Ketua GP Ansor Kecamatan Krembangan Achmad Choiron Soleh yang membubuhkan tanda tangan di dalam surat itu. Di mengatakan, ada tiga poin yang menjadi sorotan dan dituangkan di dalam surat.

Pertama, menurut dia, ceramah Syafiq Riza Basalamah menimbulkan kontroversi di masyarakat. ”Riza Bazalamah pernah menyebut tidak boleh berteman dengan non muslim, berzikir seperti nyanyi ramai-ramai, mengganti nama-nama Jawa seperti Sri. Kajian seperti ini sangat meresahkan dan menimbulkan perpecahan,” tutur Achmad Choiron Soleh.

Kedua lanjut dia, GP Ansor Kecamatan Krembangan Surabaya tidak ingin kecamatan wilayahnya yang sangat damai dan kondusif mengalami kejadian seperti di Gununganyar. Terjadi gesekan atas penolakan Syafiq Riza Basalamah.

”Pada dasarnya kami bukan anti pengajian yang diselenggarakan oleh siapapun, kapan dan di manapun sangat dianjurkan. Namun, kami sangat keberatan keras atas dakwah Syafiq Riza Hasan Basalamah yang menimbulkan keresahan pada masyarakat kita,” jelas Soleh.

Ketiga, menurut Achmad Choiron Soleh, dampak kejadian yang terjadi pada 22 Februari di Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya, belum selesai atau reda. Sehingga, apabila acara tersebut tetap dilakukan dikhawatirkan akan terjadi kembali hal-hal yang tidak diinginkan.

”Maka hal tersebut di luar kapasitas dan tanggung jawab kami, sehingga pihak panitia penyelenggara maupun pihak keamanan dalam hal ini Polres KP3 Tanjung Perak harus siap bertanggung jawab dengan konsekuensi yang akan terjadi nanti,” ucap Achmad Choiron Soleh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore