Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 03.36 WIB

RSJ Menur Surabaya Masih Zero Kasus Caleg Depresi, Rumah Sakit Tetap Siap Terima Pasien Baru

Dokumentasi pekerja angkut logistik pemilu. (Antaranews) - Image

Dokumentasi pekerja angkut logistik pemilu. (Antaranews)

JawaPos.com - Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya belum menerima pasien calon legislatif (caleg) yang gagal pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 setelah pemungutan suara pada 14 Februari lalu.

Dikutip dari ANTARA JATIM, Menurut Direktur Utama RSJ Menur, drg Vitria Dewi, pihak rumah sakit tidak dapat mengidentifikasi pasien baru dari kalangan caleg karena data yang mereka catat hanya mencakup nama, usia, dan pekerjaan. Sebagai akibatnya, status sebagai caleg tidak tercatat sebagai pekerjaan.

"Puji Tuhan sampai saat ini belum ada tambahan pasien baru yang terindikasi karena gagal nyaleg. Apalagi memang data kami juga tidak menulis pekerjaan seseorang itu caleg," katanya.

Vitria menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien di rumah sakit tersebut lebih didominasi oleh anak-anak dan remaja.

Namun, pasien yang menjalani perawatan juga banyak yang merupakan dewasa laki-laki, selain anak-anak dan remaja.

Dia menegaskan bahwa meskipun kapasitas rumah sakit sudah mencapai 70 persen, RSJ Menur selalu siap menerima pasien baru karena kapasitasnya mencapai 365 pasien.

"Kami selalu siap menerima pasien baru karena kapasitas kami 365 pasien, meskipun sudah terpakai 70 persen," tuturnya.

Vitria juga mengimbau para caleg untuk memiliki kesiapan mental dalam menghadapi kemungkinan kegagalan.

Dia mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki ketahanan mental untuk menghadapi situasi dan kondisi yang mungkin tidak sesuai dengan harapan.

"Semua itu selalu punya keinginan, tetapi tidak semua bisa tercapai. Maka setiap orang harus punya ketahanan mental menghadapi situasi dan keadaan. Itulah yang membuat mental kita terjaga," ucapnya.

Selain itu, Vitria menyarankan agar keluarga dan lingkungan mendukung dan menjaga kesehatan mental para caleg yang gagal.

Karena gangguan mental tidak selalu dapat dipahami oleh semua orang dan kadang-kadang berasal dari hal-hal yang dianggap sepele.

Dia juga menyarankan agar mereka yang merasakan tanda-tanda stres, seperti pusing atau masalah tidur, untuk berkonsultasi di RSJ. Pasien dapat memilih untuk rawat jalan atau mendatangi IGD tergantung pada keadaan darurat.

"Bisa rawat jalan atau IGD, misal kondisi darurat keluarga tidak bisa menenangkan bisa langsung ke IGD. Baru, tergantung pemeriksaan dan diagnosa dokternya perawatan yang diperlukan," katanya.

Beberapa pasien datang biasanya karena stres atau depresi, yang jika tidak diobati dapat mengarah ke halusinasi.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore