
Para peserta MPC hadir di Surabaya. Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com
JawaPos.com–TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Mid Planning Conference (MPC) di Hotel Vasa, Surabaya, Kamis (9/2). Acara itu merupakan salah satu tahap pelaksanaan latihan berskala Internasional 4th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023.
MPC dibuka Kepala Dinas Operasi dan Latihan Angkatan Laut (Kadisopslatal) Laksma TNI Eko Wahjono didampingi Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Fauzi selaku Ketua Panitia International Maritime Security Symposium dan Komandan Guspurla Koarmada II Kolonel Laut (P) Edi Haryanto selaku Dansatgas MNEK 2023.
Kadisopslatal Laksma TNI Eko Wahjono mengatakan, Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) merupakan latihan non-perang dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional, penanggulangan bencana, serta operasi kemanusiaan. Hal itu guna mempererat kerja sama antara TNI AL dengan negara-negara sahabat.
Pelaksanaan MPC kali ini dihadiri delegasi dari 26 negara. Dari angka itu, 16 negara akan mengikuti kegiatan secara langsung sementara 10 negara melalui video conference.
Ke-26 negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Australia, Brazil, Kamboja, Kanada, Tiongkok , India, Italia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Qatar, Filipina, Papua New Guinea, Singapura, Sri Lanka, Rusia, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, UK, dan Vietnam.
”Melalui tema Partnership To Recover And To Rise Stronger, diharapkan kita harus selalu siap menghadapi situasi darurat yang berkaitan dengan bencana alam,” kata Eko Wahjono.
Eko Wahjono menambahkan, dengan adanya pertemuan tersebut diharapkan juga bisa meningkatkan interoperabilitas antara angkatan laut dalam mengatasi bencana alam dan mempertahankan stabilitas keamanan maritim.
Selama penyelenggaraan MNEK pada Juni, selain pelaksanaan latihan juga akan digelar sejumlah kegiatan meliputi pembangunan fasilitas umum atau Engineering Civic Action Programme (ENCAP), bakti kesehatan atau Medical Civic Action Programme (MEDCAP), parade kota, program budaya, pameran maritim, program kuliner, hingga pelaksanaan sailing pass dari kapal-kapal seluruh negara yang berpartisipasi.
Eko Wahjono menyebutkan, MNEK tahun ini merupakan event yang ke-4 setelah sempat tertunda akibat Covid-19 yang melanda dunia. MNEK pertama dilaksanakan pada 2014 di Batam. Kemudian pada 2016 diselenggarakan di Padang. ”MNEK ketiga digelar di Lombok pada 2018,” tutur Eko Wahjono.
Kegiatan MPC kali ini, tidak hanya sekadar seremoni. Para delegasi juga mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kunjungan atau City Tour. Di antaranya mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, Monumen Kapal Selam, Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), dan Monumen Nanggala.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
