Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2023 | 19.51 WIB

Petugas Puskesmas Surabaya Blusukan ke Pasar Malam Cari Chiki Ngebul

SEBAIKNYA DIHINDARI: Makanan ciki ngebul dinilai mem ba ha yakan kesehatan. Makanan yang mengandung nitrogen cair tersebut hendaknya tidak dikonsumsi. (Derry Ridwansah/Jawa Pos) - Image

SEBAIKNYA DIHINDARI: Makanan ciki ngebul dinilai mem ba ha yakan kesehatan. Makanan yang mengandung nitrogen cair tersebut hendaknya tidak dikonsumsi. (Derry Ridwansah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemkot Surabaya memberikan perhatian serius terhadap peredaran chiki ngebul (cibul). Pasalnya, jajanan kekinian itu berbahaya bagi kesehatan dan telah menimbulkan korban. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahkan telah mengerahkan petugas puskesmas di setiap wilayah untuk melakukan pemantauan.

Kepala Puskesmas Sidosermo Arista Agung Santoso mengata kan, pemantauan menyasar seluruh elemen masyarakat, terutama pedagang dan anak-anak. Tujuannya, memberikan imbauan dan edukasi penggunaan nitrogen cair pada makanan siap saji.

Aktivitas tersebut telah berjalan selama sepekan di sejumlah lokasi seperti pasar malam dan sekolah. ’’Memang agak susah mencari yang jualan karena mereka tersebar, tidak hanya di satu titik,’’ kata dia, Selasa (17/1).

Setidaknya, 5 di antara 12 sekolah telah mendapatkan sosialisasi yang dilakukan bersamaan dengan giat skrining rutin. Selain itu, divisi kesehatan lingkungan dan sanitasi memberikan wawasan kepada pedagang kaki lima. Sebab, anak-anak lebih dominan menggemari jajanan tersebut dibandingkan orang dewasa.

’’Di wilayah kami, hingga saat ini belum ditemukan kasus. Kami terus sosialisasikan hal tersebut,’’ ujarnya.

Pemantauan di sekolah lebih diutamakan di SD. Sebab, siswa SMP dan SMA telah mengetahui informasi itu berbekal dari internet. Sosialisasi pun dilakukan dengan menggunakan flyer, banner, ataupun alat peraga.

Tujuannya, anak-anak lebih tertarik dan mudah memahami. ’’Bahayanya tidak pandang umur, siapa pun bisa terkena,’’ jelasnya.

Arista memaparkan, nitrogen cair memiliki beragam efek buruk bagi kesehatan, terutama pada organ pernapasan dan pencernaan. Di antaranya, peradangan, sesak napas, hingga kerusakan lambung. Sebab, nitrogen memiliki tingkat suhu dingin di atas rata-rata pada umumnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim Agus Sri Wardoyo mengapresiasi pemkot yang telah melakukan langkah masif. Selain itu, orang tua turut terlibat untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada anak mereka. Salah satunya, membawakan bekal yang terkontrol dari segi gizi maupun keamanan pangan.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya telah melakukan pemeriksaan di sejumlah kota di Jawa Timur terkait ciki ngebul. Hasilnya, di beberapa tempat ditemukan peredaran ciki ngebul. BBPOM pun melarang sementara penggunaan nitrogen cair pada jajanan. (dho/ayu/c7/git)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore