
Photo
WARSITO, warga Surabaya Timur, punya masalah dengan jamban. Berbulan-bulan, jika mau buang hajat harus ke luar rumah. ’’Kadang menumpang tetangga atau tempat lain,” kata dia.
Bisa dibayangkan, betapa tersiksanya dia dan keluarga. Apalagi kalau hajat datang di malam hari. Tak mungkin mengetuk tetangga yang sudah tertidur pulas. Terpaksa menahan hingga esok paginya.
Tempo hari, datang petugas Pemkot Surabaya. Jamban dibangun di rumahnya yang sempit. Penantian lama itu berakhir sudah. ’’Terima kasih telah dibangun jamban. Sekarang tidak perlu menumpang lagi,” katanya. Wajahnya berbinar-binar. Hatinya senang!
Membersamai warga, apalagi dalam keadaan susah dan sulit, pasti diingat-ingat. Menjelang pemilu tahun depan, yang kini masuk tahun politik, masyarakat tentu mencatat. Dan, ingatan mereka terawat baik. Siapa saja yang tiba-tiba datang di masa kampanye, lantas meminta dipilih. Rakyat diminta suaranya saja ketika dibutuhkan.
Saat ini banyak sekali feedback tentang kinerja partai-partai politik selama ini. Bisa dari apa pun datangnya. Dari survei atau dari apa pun. Apa yang perlu dibenahi mumpung masih ada waktu. Apakah selama ini telah memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat? Sejauh mana bekerja keras dan tepat sasaran?
Partai politik mempunyai banyak fungsi. Salah satunya, menyerap aspirasi masyarakat dan mengartikulasikan di ruang-ruang publik. Memperjuangkan dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Masa pandemi Covid-19 lalu, misalnya, adalah masa paling sulit bagi masyarakat. Dilakukan pembatasan sosial, diminta berada di rumah, mobilitas warga dibatasi, dan ekonomi anjlok.
Apakah partai-partai politik mengambil prakarsa turun ke masyarakat? Menyemprot disinfektan, membagi bahan makanan, masker dan hand sanitizer, membagi makanan siap saji, serta berperan aktif dalam menggerakkan gotong royong warga. Juga membantu ambulans, mengupayakan rumah sakit bagi warga sakit dan kritis, atau membantu pemakaman.
Masyarakat tahu bagaimana partai-partai politik diberi kepercayaan setelah dipilih di bilik-bilik suara. Mengelola kekuasaan dan pemerintahan. Sejauh mana kebijakan-kebijakan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat? Rakyat mencatat itu, baik pada figur-figur politisi maupun gerakan kepartaian.
Pemilu 14 Februari 2024 di depan mata. Masa kampanye akan dimulai November tahun ini. Pemerintah, penyelenggara pemilu, parpol, caleg, dan rakyat akan punya kesibukan luar biasa. Suasana kota dan kampung tiba-tiba jadi ramai, bak pasar krempyeng. Pemasangan alat peraga kampanye di mana-mana. Para parpol dan caleg tiada lelah keluar masuk kampung.
Pelajaran Pemilu 2019. Banyak caleg yang keluar masuk kampung. Silih berganti ketemu masyarakat. Memberi sound system, seragam kampung, tur wisata, sembako, dan lain-lain. Namun waktu coblosan, suaranya hanya beberapa biji. Kenapa? ’’Warga memilih yang paling diingat,” ujar seorang warga. Ingatan warga terawat baik. Siapa yang hadir dan membantu dalam keadaan sulit. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
