
Ilustrasi kekerasan seksual. Dok JawaPos
JawaPos.com–Selama 2022, Rapid Response Unit (RRU) mendampingi berbagai kasus dan permasalahan yang menimpa kelompok rentan dan minoritas. Mereka merupakan kelompok warga yang membutuhkan perhatian lebih, seperti anak-anak dan perempuan.
Sejumlah kasus telah ditangani. Pengacara Publik LBH Surabaya Yaritza Muatiaraningtyas menceritakan, RRU sempat menangani kasus percobaan aborsi yang dilakukan suami siri. ”Korban bernama SF, dia warga disabilitas fisik dari Gresik. Dia mengalami kekerasan seksual yang dilakukan kekasihnya,” terang Ica, sapaan Yaritza Muatiaraningtyas, Sabtu (24/12).
Dari kekerasan seksual itu, akhirnya kekasihnya bersedia menikah siri dengan korban. Selama menikah siri korban dan pelaku memiliki hubungan kurang baik.
”Korban selalu dimanfaatkan pelaku. Setelah tahu bahwa korban telah hamil, pelaku membenci korban karena tidak menginginkan anak,” terang Yaritza Muatiaraningtyas.
Pelaku lalu minta korban untuk menggugurkan kandungan dengan cara pelaku membeli obat penggugur kandungan untuk korban.
”Akhirnya korban dan pelaku melakukan aksi aborsinya di salah satu hotel di wilayah Gresik,” ujar Yaritza Muatiaraningtyas.
Pada Mei, terjadi kekerasan seksual di Desa Gluran, Gresik, pada anak perempuan berusia 5 tahun. Pelaku adalah seorang kakek berusia 50 tahun. ”Pelaku adalah tetangga dekat korban. Pelaku melakukan kekerasan seksual dengan cara menggesekkan alat kelamin pada saat orang tua korban tidak ada di rumah hingga memar,” papar Yaritza Muatiaraningtyas.
Kejadian kekerasan seksual pada Mei itu, merupakan kejadian kedua kali yang diketahui keluarga setelah kejadian pertama yang terjadi pada setahun lalu.
Sayangnya, keluarga tidak ingin membawa kasus itu ke kepolisian dengan alasan hubungan baik dengan keluarga pelaku. Namun, kasus itu sudah tersebar dan terdengar hingga ke tingkat kabupaten.
Dua kasus itu kini masih ditangani RRU dengan memberikan pendampingan psikologis dan mental. Yaritza Muatiaraningtyas menjelaskan, Rapid Response Unit menerima semua pengaduan kasus atau permasalahan di Provinsi Jawa Timur tentang permasalahan hak asasi manusia.
Selain itu, pihaknya juga menangani kasus pelecehan anak. Seperti seorang anak perempuan 8 tahun menjadi korban pelecehan seksual tetangganya. Korban merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang didiagnosis hiperaktif. Pelaku, S, 68 disebut telah menyetubuhi korban V, 2 kali.
Yaritza Muatiaraningtyas mengatakan, korban dilecehkan pada akhir 2021. Kejahatan ini diketahui ketika korban dimandikan sang Nenek. ”Kejadiannya itu kemungkinan akhir tahun lalu. Dua kali (disetubuhi). Mungkin takut ngomong. Jadi ketika dimandikan neneknya merasa kesakitan di kemaluan. Akhirnya bilang ke neneknya,” kata Yaritza Muatiaraningtyas.
Mirisnya, pelaku dibebaskan. Padahal kasus itu merupakan yang kedua kali. Pelaku pun sudah berstatus tersangka atas laporan tertanggal 3 Januari 2022 dengan Nomor LP/B/002/I/2022/SKPT/Polres Pelabuhan Tanjung Perak/Polda Jatim.
”Polres Pelabuhan Tanjung Perak nggak bisa menangkap pelaku karena mengaku sakit. Kami khawatir ada korban lain,” ujar Yaritza Muatiaraningtyas.
Rapid Response Unit merupakan inisiasi Program Promote Human Rights And Equality to Achieve Sustainability (HEAL) yang dilaksanakan Save The Children (Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) bersama dengan Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Yayasan TIFA. Program itu didukung European Union (EU). Pembentukan muncul karena banyak kendala persoalan hukum di 10 desa sasaran program di 2 wilayah program, yakni di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
