Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Desember 2022 | 05.22 WIB

Surabaya Raya Darurat Gangster, Tidak Cukup Patroli Skala Besar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Waspada dan hati-hati! Surabaya Raya darurat gangster. Dalam beberapa hari terakhir, kalimat itu beredar luas di grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial. Disertai foto dan video remaja dan anak-anak muda berkonvoi motor. Di antara mereka juga membawa senjata tajam.

Foto dan video yang banyak beredar itu memang betul. Peristiwanya di wilayah hukum Sukolilo, Jumat (2/12) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Dari informasi yang didapat Jawa Pos, kronologi kejadiannya, awalnya pada Kamis (1/12) pukul 23.00 WIB, ada sekitar 60 orang anggota perguruan silat berkumpul di Jalan HR. Muhammad, Surabaya.

Selanjutnya, mereka konvoi ke timur. Mengelingi Jalan Raya Darmo dan berlanjut ke kawasan MERR, Keputih, dan kampus ITS Surabaya. Kabarnya, mereka melakukan aksi tersebut karena sedang mencari anggota kelompok perguruan silat lain.

Nah, sesampai di Keputih, gerombolan itu itu sempat merusak Warkop Kriwul. Lalu, mereka melanjutkan konvoi masuk ke kampus ITS. Pada Jumat (2/12), pukul 02.10 WIB, ada laporan masuk telah terjadi perusakan Warkop Kriwul di Keputih oleh sekelompok orang.

Anggota Polsek Sukolilo langsung mendatangi lokasi. Dengan dibantu warga, petugas berhasil mengamankan sebagian anggota perguruan silat itu di kampus ITS dan sebagian di Jalan Kejawan, Keputih. Sebagian anggota itu sempat dimassa warga.

Setidaknya, ada sebelas orang yang berhasil dibekuk. Yang membuat miris, sebagian adalah pelajar. Bahkan beberapa di antaranya anak di bawah umur. Mereka antara lain berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro. Barang bukti yang diamankan antara sepeda motor, ketapel, mercon, senjata tajam berbentuk gergaji.

Menindaklanjuti kejadian itu, petugas gabungan TNI-Polri dan Pemkot Surabaya pun melakukan patroli besar pada Sabtu malam (3/12). Bahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga turut serta dalam patroli tersebut.

Sebelumnya, petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga telah mengamankan beberapa orang yang terlibat tindak kejahatan tawuran antargeng. Beserta senjata tajam seperti samurai dan sejenisnya.

Di Wilayah Hukum Sidoarjo

Aksi onar yang melibatkan anggota perguruan silat tersebut bukan kali pertama. Tapi, sudah kerap terjadi. Tidak hanya di Surabaya, juga di wilayah hukum Sidoarjo dan Gresik. Di Sidoarjo, misalnya. Pada Oktober dan November saja, setidaknya enam kali kasus keributan dan pengeroyokan, yang diduga melibatkan anggota perguruan silat. Di antara korbannya ada yang meninggal dan terluka parah.

Sejumlah orang pelaku sudah diamankan Polresta Sidoarjo. Patroli juga main intensif. Namun, ternyata tidak juga membuat anggota lain jera. Buktinya, rentetan keributan bak gengster itu kembali terulang.

Minggu (4/12) dini hari, petugas gabungan dari TNI, Brimob Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, dan Polsek jajaran, melakukan patroli berskala besar. Ratusan petugas berkeliling ke titik-titik rawan di Sidoarjo. Mulai kawasan GOR Delta, Alun-alun hingga wilayah Sidoarjo Kota lainnya. Kawasan Arteri Porong hingga eks tol Porong juga didatangi.

“Petugas gabungan juga berpatroli ke beberapa kawasan titik rawan di wilayah Polsek jajaran,” ujar Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Kadek Oka Suparta seperti dilansir Jawa Pos Radar Sidoarjo.

Sasaran patroli diarahkan ke tempat-tempat kerumunan pemuda. Sebelum patroli, apel bersama digelar di halama Mapolresta Sidoarjo. Petugas dibagi ke dalam beberapa kelompok. Lalu, disebar di titik-titik rawan. Patroli tersebut digelar untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, geng motor, balap liar, tawuran antarkelompok dan narkoba.

“Ini sebagai upaya agar masyarakat aman dan nyaman, khususnya saat malam hari. Akan terus kami gencarkan, karena ini juga menjelang akhir tahun,” terangnya.

 Di Wilayah Hukum Gresik

Di Gresik juga demikian. Bahkan, pada pertengahan November lalu, seorang pedagang buah di Pasar Gadung, Driyorejo, dikeroyok sekelompok anggota pesilat hingga meregang nyawa. Gara-garanya hanya karena pedagang buah asal Bojonegoro itu mengenakan kaus berlogo kelompok pesilat lain. Beberapa pelaku pun sudah dibekuk. Namun, beberapa di antaranya masih buron.

Polres Gresik pun melakukan patroli skala besar mulai Sabtu (3/12) malam Minggu (4/12) dini hari. Salah satu sasarannya wilayah yang berbatasan dengan Surabaya. Yakni, Driyorejo dan Menganti. Dalam patroli ini, setidaknya sebanyak 61 personel dikerahkan. Termasuk BKO dari Brimob Polda Jatim. Mereka berkeliling dengan menggunakan motor dan mobil.

’’Kami akan terus melakukan antisipasi geng motor dan kejahatan jalanan," kata  Kapolres Gresik AKBP Moch. Nur Azis.

Kabagops Polres Gresik Kompol Andria D. Putra menambahkan, patroli skala besar dilakukan di semua wilayah hukum Polres Gresik. Tujuannya, mengantisipasi kejahatan jalanan. Terutama aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.

Dikatakan, personel yang bertugas wajib menerapkan body system. ’’Apabila ditemukan adanya masyarakat yang membawa barang membahayakan atau sajam agar diamankan dan diberikan imbauan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Gresik juga sudah menyatakan, untuk mengantisipasi aksi yang melibatkan perguruan silat, pihaknya akan segera menggelar deklarasi damai. Seluruh pimpinan kelompok perguruan silat akan dikumpulkan untuk diajak menjaga kondusivitas di Kota Santri Gresik.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore