
Pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya. (Sumber: radar Surabaya)
JawaPos.com – Para pedagang di berbagai pasar di Surabaya mengeluhkan harga cabai yang semakin lama semakin melonjak tinggi.
Dilansir dari Radar Surabaya, harga cabai rawit melambung tinggi dari Rp 45 ribu menjadi Rp 75 ribu, dan kini harganya sampai Rp 80 ribu per kilogram.
Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang mengakibatkan sebagian daerah mengalami hujan lebat dan jalanan yang dipenuhi genangan air hujan.
Akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan harga dari sejumlah bahan pokok (Bapok) di Surabaya mengalami kenaikan.
Kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan ini terjadi juga pada harga cabai rawit yang melambung tinggi hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg).
Tidak hanya terjadi lonjakan harga pada cabai rawit, namun kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar.
Lonjakan harga yang terjadi pada cabai merah besar juga sampai di angka Rp 80 ribu per kilogramnya.
Harga cabai merah besar di Surabaya yang awalnya hanya sekitar Rp 50 ribu per kilogram kini sudah melambung jauh.
Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah di pasar Surabaya ini mengakibatkan turunnya persediaan cabai yang ada di pasar Tambahrejo.
Sejak lima hari lalu, para pedagang khususnya cabai merah dan cabai rawit sudah merasakan lonjakan kenaikan yang cukup signifikan.
Tidak hanya sepuluh atau dua puluh persen, kenaikan ini melonjak drastis hingga dua kali lipat yakni yang terjadi pada cabai rawit.
Seorang pedagang cabai rawit dan merah besar mengungkapkan fenomena kenaikan cabai yang mempengaruhi dagangannya.
“Harga cabai rawit naik sejak lima hari yang lalu, yang semula seharga Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 80 ribu dan cabai merah besar dari harga Rp 50 ribu kini menjadi Rp 80 ribu,” ungkap Maulidah.
Maulidah juga menjelaskan alasan harga cabai yang mengalami kenaikan secara signifikan yakni dipengaruhi oleh faktor cuaca.
“Kenaikan ini akibat hujan deras dan banjir sehingga pengiriman cabai ke Surabaya mengalami keterlambatan,” ungkapnya pada Senin (19/2).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
