Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 November 2022 | 13.12 WIB

Kejadian Langka, Tim Rescue Damkarla Gresik ''Melawan'' Monyet

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Selain kebakaran, selama ini binatang ular, tawon, dan kucing kerap menjadi objek penyelematan dari tim rescue dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik. Namun, tidak dengan penyelamatan pada Senin (7/11) kemarin. Mereka mengevakuasi seekor monyet yang lepas.

Ceritanya, sore itu ada monyet berkeliaran di Jalan Basuki Rahmat. Nah, pada 16.41 WIB, ada laporan masuk atas kejadian tersebut ke nomor darurat 112. Sebanyak 9 personel tim rescue Damkarla dan satu unit pikap pun dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Saat didatangi 13 menit kemudian, monyet itu lari. Naik ke atas rumah warga. Tepatnya, di depan rumah dinas wakil bupati Gresik. Monyet berada di lubang atap rumah. Dengan bantuan tangga, petugas pun naik ke atap rumah untuk melakukan penangkapan. Namun, tahu ada yang mendekat, monyet semakin naik ke atap yang lebih tinggi.

Aksi penyelamatan itupun banyak mendapat perhatian warga. Beberapa pengendara yang sedang melintas di Jalan Basuki Rahmat, memilih berhenti. Lalu, mereka menyaksikan kejadian langka tersebut. Hampir satu jam, tim rescue memutar otak untuk dapat menangkap monyet. Tapi, tetap tidak membuahkan hasil. Ditunggu-tunggu, monyet tidak juga kunjung turun. Seolah petugas dikerjai binatang primata itu.

‘’Monyet lari lebih ke atas dan lebih tinggi sehingga sulit untuk dijangkau. Medannya pun susah untuk dijangkau personel dan membahayakan keselamatan, akhirnya para personel kami tarik,’’ ujar Agustin H. Sinaga, kepala Dinas Damkarla Gresik.

Dia tidak mengetahui pasti monyet bersangkutan. ''Bisa jadi piaraan orang, kemudian lepas. Sebab, di kakinya masih terlihat ada tali,'' kata mantan kepala dinas pemuda dan olahraga itu.

Dia mengakui, di luar kejadian kebakaran, personel Damkarla selama ini kerap juga mengevakuasi hewan. Mayoritas adalah ular yang berada di rumah warga atau masuk ke pemukiman. Terakhir, penyelamatan ular piton dengan panjang 5 meter di rumah seorang warga di Jalan Lamongan, Gresik Kota Baru (GKB), pada pekan lalu (31/10).

‘’Selama setahun ini, ular yang kami selamatkan cukup banyak. Ada puluhan ekor. Selama Oktober lalu, 30 kali penyelamatan. Ular-ular itu ada yang sudah kami berikan ke BKSDA Jatim, ada yang masih ditaruh markas,’’ ujar mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata itu.

Sinaga mengingatkan, pada musim-musim tertentu memang cukup banyak ular keluar dari sarangnya. Misalnya, dari gorong-gorong atau kawasan semak-semak yang kemudian dibersihkan. ‘’Karena itu, kami turut mengimbau warga untuk selalu berhati-hati,’’ tegasnya.

Selain ular, lanjut dia, binatang lain yang kerap menjadi objek penyelamatan adalah tawon vespa dan kucing. Menurut Sinaga, beberapa hari lalu ada warga yang menghubungi institusinya karena kucing piaraannya lepas. ‘’Petugas kami pun bergerak cepat untuk membantu. Pokoknya, kami siap selalu untuk membantu upaya penyelamatan,’’ ucap dia.

Khusus kejadian kebakaran, Sinaga berharap agar warga Gresik meningkatkan kewaspadaan. Misalnya, aktif mengecek kondisi kelistrikan, cek tabung gas hingga tidak membakar sampah sembarangan  Pasalnya, angka kebakaran di Kota Pudak selama ini relatif cukup tinggi.

Dalam periode Januari-Agustus 2022 saja, tercatat ada sebanyak 122 kejadian kebakaran. Baik objek rumah warga maupun industri. ‘’Selama awal November ini saja, sudah ada tiga kasus kejadian kebakaran,’’ pungkasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore