Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 00.12 WIB

Dikunjungi Mahasiswa Unair, PCNU Kota Surabaya Imbau Masyarakat Suasana Damai pada Pemilu 2024

PCNU Kota Surabaya dalam menerima kunjungan audiensi mahasiswa Universitas Airlangga. - Image

PCNU Kota Surabaya dalam menerima kunjungan audiensi mahasiswa Universitas Airlangga.

JawaPos.com–Pengurus Cabang (PC) NU Kota Surabaya ajak masyarakat mewujudkan suasana damai, adem ayem, dalam coblosan Pemilu 2024. Pemilu merupakan perintah konstitusi. Tercantum dalam UUD pasal 22E ayat (2), dinyatakan, pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 

”Sesuai amanat UUD pasal 22E ayat (1), pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Sudah rutin diselenggarakan setiap lima tahun. Sehingga harus disikapi sebagai hajatan yang rutin, menjadi kebiasaan yang tidak perlu mengagetkan,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya KH Umarsyah.

”Karena itu Pemilu seharusnya berjalan dan berproses wajar-wajar saja, dan dihadapi wajar pula,” tambah dia.

Menurut KH Umarsyah, perbedaan pilihan merupakan keniscayaan. Perbedaan itu fitrah manusia. Termasuk perbedaan bahasa, perbedaan warna kulit.

”Sama seperti perbedaan keyakinan, ada perbedaan dalam pilihan politik,” jelas KH Umarsyah.

Tetapi perbedaan dalam pilihan politik, lanjut dia, juga tergolong biasa-biasa saja. Bahkan budaya di pondok pesantren NU, sering terjadi perbedaan dalam menentukan status hukum.

”Dalam bahtsul masail dan berbagai halaqah, perbedaan itu biasa, selalu ada tasamuh (saling menghargai),” tambah KH Umarsyah.

Dia menjelaskan, tetapi tidak pernah terjadi perbedaan berlangsung selamanya. Selalu ada waktu akhir.

”Kalau sudah ditemukan dasar hukum yang diakui lebih kuat, wajib disepakati. Ketika sudah dicapai kesepakatan, perbedaan itu harus diakhiri,” ucap KH Umarsyah.

Politik bagi Nahdliyin, menurut dia, merupakan paradigma berkebangsaan. Wujud dari kemerdekaan untuk mewujudkan kemaslahatan seluruh umat.

Wawasan politik kebangsaan, dinyatakan PCNU Kota Surabaya dalam menerima kunjungan audiensi mahasiswa Universitas Airlangga. Kunjungan dalam rangka pemantauan pemilu bertema Election watch 2024: International Student’s Exploration of Indonesia’s Trajectory to Democracy.

”Mari kita menuju TPS dengan perasaan bahagia dalam suasana persaudaraan, tawadlu dan tasamuh (saling menghargai),” kata Sekretaris PCNU Kota Surabaya Masduki Thoha.

Dijelaskan Masduki Thoha, PBNU telah menyosialisasikan Nawacita Politik sebagai arahan untuk nahdliyin (warga NU). Nawacita merupakan sembilan pedoman berpolitik warga NU yang direkomendasikan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama 2023.

Sebagai partisipasi keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjadi hak setiap warga negara. Prinsip kedua, adalah keutuhan kebangsaan. Ketiga, sebagai wujud kemerdekaan untuk mendidik warga mencapai kemaslahatan. Keempat, akhlaqul karimah. Kelima, kejujuran berdasar moralitas agama, konstitusional, dan adil.

Prinsip keenam, politik untuk memperkuat konsensus nasional. Ketujuh, menghindari perpecahan bangsa. Kedelapan, visi ukhuwah (persaudaraan), tawadlu dan saling menghargai (tasamuh). Serta kesembilan, mewujudkan masyarakat mandiri mampu sebagai mitra pemerintah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore