
UNTUK MBR: Pekerja Koperasi Surya Niaga Gemilang sedang membuat lubang kancing pada seragam pramuka. Sekolah bisa memulai pengadaan. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Seragam gratis untuk siswa dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) belum tuntas. Padahal, tahun ajaran 2022–2023 sudah berjalan empat bulan. Sampai triwulan keempat ini, ribuan siswa belum kebagian perlengkapan sekolah.
Dari total 60.932 penerima bantuan, sebanyak 22.162 siswa belum mendapat seragam. Perinciannya, 4.335 siswa SD/MI dan 17.827 siswa SMP/MTs. Data itu terungkap dalam hearing yang dihadiri dinas pendidikan (dispendik) di Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (6/10).
Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kendala apa saja yang dihadapi sekolah saat pemesanan seragam di aplikasi SIPLah. Sebab, yang memesan seragam adalah masing-masing satuan pendidikan. ’’Kami akan data sekolah-sekolah. Siswa mana saja yang belum dapat seragam,’’ kata Yusuf.
Seharusnya, sambung dia, pengadaan seragam di semua lembaga sudah tuntas. Sebab, anggaran bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) triwulan ketiga sudah dicairkan ke semua lembaga. Baik negeri maupun swasta. Bopda tersebut, salah satunya, dipakai untuk belanja seragam siswa MBR. ’’Makanya, akan kami cek. Mungkin saja stok seragam yang kurang,’’ ujar Yusuf.
Ukuran seragam antarsiswa juga berbeda-beda. Hal itu menimbulkan kesulitan tersendiri bagi sekolah dalam proses pengadaan. Apalagi, tidak semua UMKM dalam aplikasi SIPLah memiliki stok seragam sesuai kebutuhan sekolah. ’’Ada sekolah sampai retur barang karena tidak muat ke siswa,’’ tutur Yusuf.
Selain dispendik, rapat kemarin seharusnya dihadiri dinas koperasi, usaha kecil dan menengah, serta perdagangan (dinkopdag). Tapi, kepala OPD itu tidak datang. Padahal, Kepala Dinkopdag Fauzie Mustaqiem Yos terlihat di gedung DPRD, Kamis siang.
Absennya dinkopdag sangat disayangkan wakil rakyat. Sebab, rapat tersebut diadakan untuk mencari solusi atas keterlambatan penyaluran seragam siswa. ’’Kami sangat kecewa. Dinkopdag tidak menghormati lembaga negara,’’ kata anggota Komisi D DPRD Herlina Harsono Njoto.
Menurut dia, harus ada solusi konkret atas molornya belanja seragam siswa MBR. Padahal, anggaran sudah disiapkan dalam APBD. Tapi, anehnya tidak bisa dibelanjakan secara menyeluruh. ’’Yang jadi korban adalah siswa. Sebab, sampai sekarang mereka belum mendapat haknya,’’ tegas Herlina.
Ketua Komisi D Khusnul Khotimah menduga, pangkal persoalan dipicu kurangnya ketersediaan barang. Tidak semua UMKM di SIPLah memiliki barang yang dibutuhkan sekolah. Apalagi, tidak semua UMKM asal Surabaya mendapat order dari sekolah.
Sebetulnya jumlah produksi 21 UMKM sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan 60.932 siswa. Sebab, dari 21 UMKM, total mereka memproduksi 78.500 setel seragam. Dengan jumlah itu, seharusnya kebutuhan seragam semua siswa bisa terpenuhi. ’’Tapi, sampai sekarang ada 22 ribu lebih siswa yang belum dapat seragam,’’ tegasnya.
Terpisah, Kadinkopdag Fauzie Mustaqiem Yos beralasan tidak bisa hadir karena pada saat bersamaan harus mengikuti rapat di komisi B dan komisi C. ’’Waktunya bersamaan,’’ kilah Yos.
Dia mengatakan sudah mengutus Sekretaris Dinkopdag M. Awaludin Arief untuk ikut rapat di komisi D. Namun, saat datang pukul 14.00, rapat sudah berakhir. ’’Ada Kasi saya juga di sana,’’ ujar Yos.
PROGRES REALISASI SERAGAM SISWA MBR
SD negeri
- Nominal anggaran Rp 31,6 miliar.
- Total penerima 27.211 siswa.
- Yang sudah terealisasi 22.964 siswa.
SD/MI swasta
- Nominal anggaran Rp 6,9 miliar.
- Jumlah penerima 5.981 siswa.
- Yang sudah terealisasi 5.893 anak.
SMP negeri
- Nominal anggaran Rp 19,8 miliar.
- Total penerima 17.071 siswa.
- Yang sudah terealisasi 4.586 siswa.
SMP/MTs swasta
- Nominal anggaran Rp 12,4 miliar.
- Total penerima 10.669 siswa.
- Yang sudah terealisasi 5.327 siswa.
Sumber: Dispendik Kota Surabaya

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
