Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2024 | 15.10 WIB

Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Banjir Pujian dari Warga

Gerakan Pangan Murah yang pertama kali digelar Pemkot Surabaya di Rusun Penjaringansari. (FOTO: SURYANTO/RADAR SURABAYA) - Image

Gerakan Pangan Murah yang pertama kali digelar Pemkot Surabaya di Rusun Penjaringansari. (FOTO: SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com -  Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, gelaran rutin Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Kali ini, kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh pemkot di berbagai wilayah secara bergiliran ini berlangsung di Halaman Rusun Penjaringansari, Surabaya, pada Kamis (1/2).

Laporan Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Sabtu (3/2), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengungkapkan bahwa warga sangat antusias. 

Menurutnya, satu jam sebelum dibukanya kegiatan GPM tersebut, para warga bahkan telah memadati Halaman Rusun Penjaringansari untuk memboyong sejumlah bahan pokok yang jadi incarannya.

“Kegiatan rutin ini kami gelar untuk stabilisasi pangan dan penanganan inflasi dengan menyediakan harga pangan lebih murah dari harga pasar untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Antiek.

Dalam kegiatan GPM tersebut, pemkot menyediakan sejumlah bahan pokok. Diantaranya, beras 5 ton, minyak 2.400 liter, gula 250 kg, ayam 100 ekor, dan telur 150 kg.

Ada juga cabai merah merah besar @150 gram sebanyak 50 bungkus, cabai rawit @200 gram sebanyak 100 bungkus, bawang putih @300 gram sebanyak 103 bungkus, dan bawang merah @250 gram sebanyak 100 bungkus.

“DKPP Kota Surabaya juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Bulog, Rumah Potong Hewan (RPH), para distributor, kelompok tani, kelompok nelayan budidaya ikan, hingga UMKM setempat,” ucapnya.

Antiek menyebut, keberlangsungan GPM ini tak lepas dari adanya kolaborasi antara DKPP bersama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya.

Tujuan utama diadakannya GPM, menurut Antiek hal ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan kepastian kepada bahwa ketersediaan dan harga barang pokok sangat aman dan terkendali.

Disisi lain, setiap satu bulan sekali di hari Kamis, DKPP bersama Dinkopumdag juga terus menggelar Bazar Murah yang biasa dijumpai di tingkat RW maupun kelurahan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bergantian dan berputar di setiap wilayah Kota Surabaya seperti halnya GPM.

“Yang jelas persediaan kita sangat cukup dan sangat aman, harga juga masih terkendali. Seperti Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) tetapi juga beras premium, masyarakat bisa menikmati dengan harga di bawah harga pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Yuli Astuti, warga Jalan Tambak Medokan Ayu Kota Surabaya yang mengikuti kegiatan GPM, mengatakan bahwa GPM sangat bermanfaat bagi warga. Pasalnya, ia jadi bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah di pasaran.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore