
DIAKUI NEGARA: Sepasang pengantin Faisal Noviandi dan Susi, warga Mulyosari Mulyo, menandatangani buku nikah saat mengikuti program Lontong Kupang Dispendukcapil Kota Surabaya di Alun-Alun Surabaya, Kamis (15/12). (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – M. Zein Machmud tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Meski senyumnya tertutup masker, raut mata yang berbinar dan sesekali curi pandang ke istrinya seperti mengingatkan masa muda dulu. Selasa (30/8) mereka mengulang kebahagiaan hari pernikahan pada 1979 lampau.
Zein, 67, dan Hasipah, 64, adalah salah satu pasangan yang mengikuti nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya. Kegiatan itu diadakan untuk warga Surabaya yang perkawinannya belum tercatat oleh negara. Melalui proses tersebut, perkawinan mereka secara hukum tercatat.
’’Bahagia sekali rasanya. Kami sudah menikah, tapi saat itu hanya siri karena pekerjaan saya juga pelaut ke luar negeri,’’ kata Zein.
Di usia pernikahan yang sudah menginjak 43 tahun ini, Zein dan Hasipah sudah momong 7 cucu dari 5 anaknya. Memang, dia tidak mengalami kendala berarti dalam dokumen administrasinya, seperti kartu keluarga. Namun, bagi Zein, status perkawinan yang belum tercatat rasanya masih mengganjal.
’’Makanya, saya mau ikut nikah massal ini. Semua dibantu sama kelurahan,’’ ujar warga Perak Barat itu.
Kemarin memang merupakan hari yang sudah mereka nantikan. Karena malu bercerita ke anak, mereka memilih diam saat berangkat ke lokasi nikah massal di Convention Hall Grand Empire Palace. Subuh pasangan asal Bugis dan Maluku itu berangkat.
’’Jam 4 pagi sudah berangkat ke sini. Pas ditanya anak, saya bilang cuma jalan-jalan. Orang rumah tidak curiga,’’ ujar Hasipah sambil menutup senyumnya.
Bahagia itu memuncak saat mereka menerima langsung ucapan selamat dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sekali lagi, momen nikah itu seperti kado istimewa bagi keduanya. ’’Pokoknya, seneng sekali,’’ ucap Zein.
Bagi keduanya, kehidupan mereka terasa lebih lengkap sekarang. Makin bahagia. Juga seperti kembali muda. Sebab, menurut Zein, sang istri terlihat lebih bening dan memesona.
Sementara itu, Eri menyebut dalam kegiatan tersebut, total ada 120 pasangan yang ikut serta. Itu menjadi yang terbanyak pesertanya selama dua kali penyelenggaraan tahun ini. Dia berharap melalui kegiatan tersebut, warga Surabaya semakin tertib administrasi kependudukan.
’’Spesialnya lagi, hari ini (kemarin, Red) banyak pihak yang turut berkolaborasi. Ada 141 wedding organizer yang ikut serta,’’ paparnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
