Bangunan lama di kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya tampak kurang terawat. (FOTO: SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - Salah satu pusat hiburan di Kota Surabaya, Taman Hiburan Rakyat (THR), sempat menjadi tempat hiburan tersohor pada masanya.
Taman Hiburan Rakyat (THR) ini harus berhenti beroperasi sejak 2018 dan terbengkalai hingga sekarang.
Oleh karenanya, DPRD Kota Surabaya mendesak (Pemerintah Kota) Pemkot agar proses revitalisasi segera dilakukan.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mendorong tempat tersebut untuk menjadi wahana hiburan lagi untuk masyarakat dengan meminta rencana Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi dalam menyegerakan proses revitalisasi THR.
"THR ini dulu sempat berhenti beroperasi. Kemudian dihidupkan lagi dengan ditambah mal. Tapi, kemudian mati lagi, baik THR maupun malnya," ujar Thony, dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Sabtu (27/1).
Dia juga menyampaikan bahwa tahun lalu Pemkot sudah berencana untuk menghidupkan lagi THR, dengan skema menggandeng investor. Namun, realisasi dari rencana ini belum juga terlihat.
"Katanya, ada kerja sama dengan investor dari Jogja. Tapi, kok tidak segera ada kabarnya? Ini seperti apa?" tanya Thony.
Terkait rencana tersebut, Thony optimis Pemkot mampu mengembalikan roh THR untuk menjadi salah satu pusat hiburan primadona di kota Surabaya, sama seperti saat masa kejayaannya.
Menurutnya, THR merupakan wahana hiburan yang sudah jadi sehingga tidak akan ada kesulitan untuk membangunnya kembali, bahkan tanpa investor sekalipun.
"Kan sebetulnya itu tidak perlu lagi berpikir tentang revitalisasi sarana karena semua sudah ada. Dengan kondisi yang ada itu, sebenarnya kita pun bisa menjadikannya arena wahana tanpa melibatkan pihak luar," bebernya.
Dalam proses revitalisasi, Thony juga mengingatkan bahwa perlu adanya perencanaan jangka panjang untuk tempat tersebut.
Salah satunya menempatkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi, bukan sekedar karena adanya faktor khusus, seperti kedekatan emosional maupun kepentingan-kepentingan lain yang tidak dibenarkan.
"Jika memang itu dijalankan, sebenarnya kita secara mandiri juga bisa mengelola THR menjadi lebih baik dari pada swasta. THR sebenarnya sudah sangat bagus," terang Thony.
Terpisah, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga optimistis dalam menyambut kerja sama revitalisasi objek wisata kebanggaan kota pahlawan tersebut.
Cak Eri, sapaan akrabnya, menargetkan pembangunan THR dan TRS tersebut harus selesai dan bisa beroperasi tahun depan. Proyeksinya rampung pada September 2024.
"Insya Allah, pada tahun 2024 bulan Agustus atau September selesai," ungkapnya.
Cak Eri juga berkomitmen untuk mewujudkan wisata murah untuk warga Surabaya. Salah satunya dengan rencana pemberlakuan tiket masuk THR dan TRS. Yakni dengan tarif Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.
"THR dan TRS ini nanti dijadikan satu," katanya.