
KESAN MENDALAM: Scott Redding saat membalap di race 1 WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah (21/11). (IVAN/LOMBOK POST)
JawaPos.com- Seni lukis tubuh atau tato selintas terlihat keren. Namun, banyak orang yang kemudian menyesal dan memutuskan menghapus tato di badannya. Kemarin (28/7) siswa SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) mengenal proses menghapus tato di kantor komunitas Go Hijrah, Jalan Diponegoro.
Koordinator Go Hijrah Muhammad Iqbal mengaku baru kali pertama mendapat kunjungan dari para siswa. Dirinya sangat mendukung kegiatan semacam itu karena dapat menambah wawasan siswa. Awalnya, pihaknya memang sudah berencana untuk menyosialisasikan di lingkungan sekolah. ’’Alhamdullilah ternyata keduluan sama Spemma. Sangat menarik,’’ katanya.
Menurut Iqbal, pelajar SMP hingga SMA berada pada fase rawan karena mereka mudah terpengaruh dalam pergaulannya. Butuh edukasi sedini mungkin. Sebab, kebanyakan peserta program penghapusan tato Go Hijrah telah memiliki tato sejak SMA. ’’Sejak 2017 sudah 500 peserta dari berbagai kalangan,’’ ungkapnya.
Salah seorang siswa kelas VII Spemma Nathania Aurellia Putri mengungkapkan, adanya kegiatan tersebut membuka wawasannya agar tidak menato tubuh. Menurut dia, proses menghapus tato juga terlihat menyakitkan dan menjadi contoh untuk dirinya dan teman-temannya. ’’Tadi pakai laser, jadi luka bakar gitu,’’ tuturnya.
Sementara itu, Humas Spemma Miftahul Khoir menyatakan, kegiatan tersebut dinilai sangat penting agar siswa tak terjerumus membuat tato dan dapat mempertahankan akidah Islam. Selain itu, juga mengenalkan proses berhijrah mantan pengguna tato.
Ziarah dan Bakti Sosial di Sekitar Sekolah
Sempat vakum sekitar dua tahun, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kembali digelar. Salah satunya di SMA NU 1 Gresik. MPLS dilaksanakan untuk mengembalikan mental dan karakter siswa.
Sebanyak 269 siswa mengikuti rangkaian MPLS Pada hari pertama, para siswa mendapat materi ’’parenting’’. Yakni, menyamakan persepsi tentang pendidikan antara anak dan orang tua sehingga apa yang diinginkan anak dan orang tua disatukan dalam sebuah komitmen.
Ketua Masa Orientasi dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (Matapena) SMA NU 1 Gresik Saifuddin Zuhri menyatakan, dalam tahap pertama, yakni parenting, diharapkan anak bisa mengalami perubahan. Apalagi kegiatan matapena tahun ini berangkat dari dampak pandemi dua tahun belakangan. Moral dan etika para siswa telah menurun.
’’Maka, kami kemas bagaimana kegiatan ini bisa mengembalikan lagi dan membentuk karakter siswa sesuai yang kami harapkan seperti yang ada dalam sekolah penggerak, yakni profil pelajar Pancasila,’’ ucapnya.
Setelah komitmen terbentuk, para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah beserta para guru. Pada hari berikutnya, para siswa diajak untuk ziarah dan bakti sosial di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa dikenalkan bahwa di Gresik banyak waliullah.
’’Ziarah ini bukan hanya kepada yang sering dikunjungi, melainkan juga aulia yang banyak orang belum mengetahui. Sebelum ziarah, para siswa dibantu masyarakat sekitar untuk membersihkan makam-makam tersebut,’’ jelasnya.
Ziarah tersebut meliputi makam Sunan Malik Ibrahim, Mbah Raden Santri, Nyai Ageng Pinatih, Mbah Cinde, Mbah Sayyid Andullah Assegaf, Buyut Doro, Buyut Biting, Buyut Senggulu, Buyut Bawean, dan Buyut Fatimah.
Saifuddin menyebutkan, dengan berziarah dan membersihkan makam tersebut, para siswa diharapkan memiliki nilai kepedulian dalam diri masing-masing. Kemudian, kegiatan matapena itu ditutup dengan fun camp yang dilakukan di Bumi Perkemahan Semen Gresik. Dalam kegiatan tersebut, para siswa ditanamkan pendidikan karakter, akhlak, hipnoterapi, serta ke-NU-annya.
’’Pandemi Covid-19 kemarin sangat berdampak pada mental siswa. Karena itu, sebelum masuk ke pembelajaran, kami menguatkan dulu mental dan karakter siswa agar ketika pembelajaran sudah aktif, siswa juga bisa menerima secara efektif,’’ jelas dia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
