
Photo
JawaPos.com- Pasang air laut juga berdampak serius terhadap Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Desa yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai kampung budidaya bandeng itu juga sempat kebanjiran. Banyak tambak warga tergenang hingga seperti lautan.
‘’Kini sudah berangsur surut. Dua hari lalu (Sabtu, Red) kondisinya terbilang lumayan parah,’’ kata Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi yang akrab disapa Sandi kepada Jawa Pos, Selasa (24/5).
Terjangan banjir rob di wilayah Pangkah Wetan sampai sedemikian itu, disebut Sandi baru kali terjadi. Budidaya ikan bandeng para petani tambak yang sebetulnya siap panen, akhirnya hilang. Sebab, tambak-tambak mereka tergenang hingga melewati pembatas. ‘’Total kerugian kami perkirakan sampai Rp 5 miliar,’’ ungkapnya.
Seperti pernah diberitakan, Pangkah Wetan telah ditetapkan KKP sebagai salah satu kampung bandeng Indonesia. Keputusan itu telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Maklum, selama ini luasan lahan tambak dan produktifitas ikan bandeng dari Pangkah Wetan terbilang membanggakan.
Kampung budidaya bandeng tersebut dijalankan tujuh kelompok pembudidayaan ikan (pokdakan) dengan luas lahan budi daya mencapai 2.465 hektare. Produksi bandeng per tahun di kisaran 6.900 ton dengan metode budi daya tradisional dan tradisional plus.
Selama ini, kampung di pesisir utara Gresik itu juga termasuk sentral budidaya bandeng kawak. Bahkan, pada lelang bandeng kawak Ramadan tahun ini, pemenangnya juga dari Pangkah Wetan. Bobot satu ekot bandeng mencapai 18 kilogram. Dengan bobot sekian itu, bandeng tersebut termasuk bandeng budidaya terbesar di dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono juga pernah berkunjung ke Pangkah Wetan, April 2022 lalu. Dalam kesempatan itu, Trenggono juga menyebut potensi ikan bandeng di Gresik. Berdasarkan data, secara keseluruhan, produksi bandeng Gresik lebih dari 87 ribu ton per tahun atau setara Rp 1,4 triliun.
Sementara itu, banjir rob juga tidak menyasar Pangkah Wetan. Beberapa wilayah lain juga terdampak. Termasuk kawasan yang juga menjadi sentra ikan bandeng. Yakni, Mengare, Kecamatan Bungah. Banyak tambak warga juga tergenang. Para petani tambak pun hanya bisa mengelus dada dan berharap musibah tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, banjir rob juga menggenangi permukiman. Salah satu di antaranya Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Bahkan, desa ini termasuk langganan banjir ketika air laut pasang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik Tarso Sugito ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap kawasan-kawasan yang terjadi dan berpotensi terdampak rob.
‘’Di beberapa lokasi sudah surut. Berdasarkan prediksi BMKG, saat ini terjadi cuaca buruk dan potensi rob di wilayah pesisir diperkirakan terjadi sampai 25 Mei. Karena itu, kami mengimbau untuk waspada,’’ ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
