
Photo
JawaPos.com- Selain mudik sudah diperbolehkan, sudah tidak ada pembatasan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini. Termasuk di masjid-masjid bersar di Kota Delta Sidoarjo. Kuota boleh penuh dan tidak lagi ada jarak antarjemaah (physical distancing).
Di Masjid Agung Sidoarjo, misalnya. Tahun ini diperbolehkan menampung jemaah dengan kuota penuh sekitar 4.000 jemaah, bahkan lebih hingga meluber ke jalan atau alun-alun seperti sebelum pandemi. Tahun lalu, saat masih pandemi, kapasitas hanya 50 persen dan ada pembatasan jarak antarjemaah sekitar 1 meter.
Begitu juga di Masjid At Taubah. Di masjid yang berlokasi di wilayah Kecamatan Tulangan itu juga tidak ada pembatasan kuota saat salat Idul Fitri nanti. Selain itu, jarak antarjemaah tidak dibatasi.
Karena tahun ini ada kelonggaran, salat Idul Fitri di masjid-masjid diprediksi ramai seperti sebelum pandemi. ”Pelaksanaan salatnya nanti normal. Tidak ada pembatasan,” jelas takmir Masjid At Taubah Novianto kemarin (27/4).
Namun, pihaknya tetap meminta agar para jemaah mematuhi protokol kesehatan. Ada tempat cuci tangan dan jemaah diminta memakai masker.
Selain masjid yang diperkirakan ramai, jumlah pemudik juga diprediksi meningkat. Karena itu, berbagai antisipasi dilakukan warga. Misalnya, warga RT 75, RW 12, Dusun Sungon, Desa Suko. Warga yang akan mudik diminta mengisi buku mudik dulu di pos keamanan perumahan. Tujuannya, rumah yang ditinggal pemudik bakal menjadi perhatian khusus.
Di kawasan tersebut, selama libur Lebaran, sejak 1 Mei sampai 8 Mei, warga perumahan juga dilarang pindahan rumah atau barang dulu. Warga juga diminta memastikan keamanan rumah masing-masing sebelum mudik.
Sementara itu, Pemkab Sidoarjo juga menyiagakan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka siaga 24 jam untuk mengantisipasi jika ada kebakaran atau bencana lainnya. ”Pos damkar siaga semua di enam kecamatan,” jelas Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito.
Meski petugas siaga, lanjut dia, pihaknya mengimbau pengelola gedung, pabrik, dan perkantoran untuk memastikan hidran yang ada berfungsi. Termasuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). ”Kami memiliki layanan hotline yang bisa dihubungi 24 jam, termasuk saat Lebaran,” tutur Dwijo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
