
Photo
JawaPos.com- Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui kelayakan kampung budi daya bandeng di Desa Pangkah Wetan, Ujungpangkah. Bahkan, dia melihat langsung kegiatan panen yang dilakukan para pembudi daya.
Kampung budi daya bandeng tersebut dijalankan tujuh pokdakan dengan luas lahan budi daya mencapai 2.465 hektare. Produksi bandeng per tahun di kisaran 6.900 ton dengan metode budi daya tradisional dan tradisional plus.
’’Kampung ini menjadi salah satu contoh kampung budi daya yang harapannya dapat menyejahterakan masyarakat. Kami harus perkuat komoditas andalan di sini, yakni ikan bandeng. Targetnya, kuantitas area yang sudah ada tidak boleh berkurang dan harus terus bertambah,’’ ucap Trenggono.
Dia mendorong pembudi daya untuk meningkatkan produktivitas mengingat bandeng merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Gresik setelah udang vaname. Secara keseluruhan, produksi bandeng Gresik lebih dari 87 ribu ton per tahun atau setara Rp 1,4 triliun.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk mempertahankan lahan yang ada agar tetap produktif. Alasannya, kemajuan pembangunan di Gresik cukup pesat. Apabila tidak dijaga, lahan-lahan produktif untuk pengembangan budi daya bandeng itu bisa tergerus.
Dalam kunjungan kerja tersebut, diserahkan 100 ribu ekor bibit bandeng, 2 ton pakan bandeng, 100 bibit udang vaname, serta bingkisan sembako kepada 150 petani tambak hingga santunan kepada 50 anak yatim.
Kampung perikanan budi daya bandeng Pangkah Wetan memiliki luas lahan budi daya sekitar 2.465 hektare. Jumlah pembudi daya mencapai 601 RTP (rumah tangga produsen) dengan kelembagaan 7 pokdakan, 1 poklahsar, dan 1 gapokkan.
Total produksi bandeng mencapai 6.900 ton dengan target peningkatan produksi budi daya bandeng dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas budi daya menjadi dua kali lipat atau 2–4 ton/hektare.
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sudah menetapkan Kabupaten Gresik sebagai kampung budi daya ikan bandeng. Lahan seluas sekitar 28 ribu hektare mampu memproduksi sekitar 80 ton per tahun dengan nilai Rp 1,4 miliar tiap tahun.
Terkait dengan lahan seluas sekitar 28 ribu hektare tersebut, Yani memastikan bersama DPRD melalui perda LP2B dan dikunci melalui RTRW yang sudah dibahas dan akan ditetapkan agar lahan perikanan dan pertanian tidak tergerus kemajuan pembangunan.
Selain itu, Yani berharap ada sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, maupun pemerintah desa. ’’Dengan demikian, tercipta ekosistem budi daya dari teknologi pakan ikan sampai pembenihan benurnya menuju budi daya ikan bandeng Gresik yang menjadi percontohan skala nasional,’’ pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
