
TAMBAH AKSES: Jembatan Wonokromo difoto dari drone kemarin. Nanti ada jembatan pendamping di sebelahnya. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com- Setelah sempat terhenti karena pandemi, pemkot kembali merancang pembangunan akses bawah tanah yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS). Rencana itu mendapatkan dukungan dari DPRD Surabaya. Legislatif meminta kebutuhan anggaran hingga aspek sosial segera ditelaah.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menyampaikan, rencana pembangunan tunnel atau terowongan bawah tanah tersebut muncul sejak tiga tahun lalu. Saat itu, Surabaya masih dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini. Sayangnya, pembangunannya urung terealisasi karena anggaran yang sudah disiapkan dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan penanganan Covid-19. ”Kalau tidak salah, anggarannya mencapai Rp 23 miliar,” ucapnya.
Terowongan bawah tanah TIJ–KBS itu dibangun memanjang 170 meter. Lebarnya 6 meter. Kedalaman akses tersebut dari permukaan tanah mencapai 5 meter. Baktiono mengatakan, bangunan itu dirancang seperti Alun-Alun Surabaya.
Sebelum pengerjaan berjalan, Baktiono meminta desain terowongan itu dimatangkan. Dia berharap tunnel tersebut tidak hanya sebagai jalur pejalan kaki pengunjung ke KBS, namun juga memberikan kenyamanan. ”Sehingga warga yang ingin ke KBS jalan lewat terowongan. Tidak lagi memicu kemacetan di Jalan Wonokromo,” jelasnya.
Untuk membangun tunnel itu, pemkot masih menelaah kekuatan anggaran. Berapa pendapatan yang masuk kas daerah. Sebab, dana yang dibutuhkan terbilang besar. Baktiono optimistis pemasukan pemkot besar seiring dengan melandainya Covid-19. ”Saat ini pendapatan terus bergerak naik. Saya yakin pembangunan terowongan TIJ–KBS bisa terealisasi,” paparnya.
Supaya pendapatan Surabaya terus merangkak naik, dia memberikan saran agar tim dari pajak bergerak lebih masif lagi. Contohnya, reklame yang masih sepi peminat dipetakan. Kemudian, pemkot diminta memberikan diskon bagi pelaku usaha yang hendak memasang reklame. Selain itu, pendapatan dari pajak hotel dan restoran tetap dipantau.
Selain memudahkan pengunjung, pembangunan jalur bawah tanah itu bisa meningkatkan pemasukan KBS. Dia memperkirakan jumlah wisatawan semakin bertambah. ”Juga ada rencana terowongan itu terhubung langsung ke KBS Night Zoo. Tapi, masih dikaji kembali,” tutur politikus PDIP itu.
Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Choirul Anwar menjelaskan, pihaknya masih mematangkan konsep Night Zoo. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah kenyamanan satwa. ”Kami tidak ingin terburu-buru. Memastikan semua kebutuhan matang dulu,” ujarnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
