
LANGSUNG KE TITIKNYA: Petugas PMK berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar toko karpet di Jalan Gemblongan, Minggu (16/10). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com- Usaha produksi sandal dan sepatu CV Sweet Seventeen di Jalan Raya Kundi, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Sidoarjo ludes terbakar kemarin. Api kali pertama diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB, api masih tampak membara.
Lokasi tempat produksi sepatu itu tak jauh dari Pasar Wadungasri. Karena itu, bukan hanya karyawan pabrik yang berhamburan ke luar dari pabrik. Pedagang Pasar Wadungasri juga memilih menutup lapak mereka. Bahkan, mereka mengamankan barang dagangan. ’’Takut api menyebar, tak amankan dulu,’’ celetuk Supini, salah seorang pedagang.
Apalagi, petugas cukup sulit memadamkan api. Sebab, tak ada hidran di CV tersebut. Karena itu, mobil pemadam berkali-kali isi ulang air dari Sungai Wadungasri. Total, ada sembilan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.
Selain masalah air, akses ke lokasi cukup sulit karena jalannya sempit dan sangat berdekatan dengan permukiman warga. Belum lagi, tak jauh dari area kebakaran, kondisi lalu lintas padat. Bahkan, beberapa titik macet. Petugas dari Polsek Waru tampak mengatur kepadatan di lokasi. Banyak warga juga yang menonton. ’’Semoga bisa segera padam,’’ ujar Mahardika, salah seorang warga.
Dika, begitu Mahardika biasa disapa, menceritakan, sekitar pukul 17.00, asap hitam tampak mengepul dari dalam tempat produksi. Dia pun mendengar suara teriakan kebakaran. Puluhan karyawan juga berlarian ke luar dari pabrik. ’’Karena banyak yang keluar, warga sekitar dan pedagang juga keluar karena takut,’’ katanya.
Nur Cholis, salah seorang warga, menyebutkan, di gudang produksi tersebut terdapat banyak karet bahan sandal dan sepatu sehingga api cepat menyebar. Hingga kemarin malam, petugas masih melakukan pemadaman dari depan dan belakang pabrik. Sementara itu, petugas di lokasi masih mengidentifikasi penyebab kebakaran dan juga kerugian akibat kejadian tersebut.
Kabid Pemadam Kebakaran (PMK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Nawari menyatakan, pemadaman memang cukup sulit. Selain karena besarnya api, lokasi pengisian air jauh.
’’Sekarang sembilan unit mobil turun bergantian memadamkan, masalahnya sumber air yang ada jaraknya cukup jauh dari lokasi,’’ kata Nawari. Untuk menyiasati jalan yang kecil, mobil PMK keluar masuk bergantian untuk menyemprotkan air.
Terkait dengan penyebabnya, pihaknya belum tahu. ’’Penyebab belum tahu, kami masih fokus pemadaman,’’ katanya. Nawari menyebutkan, hingga pukul 20.10 kemarin, kerugian dan korban belum teridentifikasi. ’’Semoga tidak ada korban jiwa,’’ tambah Nawari.
Selain dari PMK, petugas kepolisian berjaga di lokasi dan mengamankan TKP. Komandan Kompi Brimob Nginden Surabaya AKP Slamet menyebutkan, 30 anggotanya datang untuk mengamankan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
