
ILUSTRASI. UMKM yang menjual aneka jajanan gorengan kesulitan mendapatkan minyak goreng. (Eko Hendri/Jawa Pos)
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri masih cukup lama. Namun pedagang jajanan mulai merasakan adanya peningkatan pesanan. Mereka kesulitan memenuhi pesanan karena terkendala stok minyak goreng (migor).
Adanya peningkatan pesanan dirasakan Sundari, produsen jajanan asal Cerme. Pelaku UMKM binaan BRI itu menyebut order camilan naik 50 persen dalam dua pekan terakhir. Pesanan datang dari penjual eceran.
Sundari mengatakan bahwa tak semua pesanan diterima. Sebab saat ini produksinya masih belum lancar. “Agak susah cari minyak,” kata Sundari.
Dia mengaku terbiasa menyetok minyak untuk produksi. Pembelian dilakukan secara kardusan. Karena barang langka, Sundari terpaksa membeli migor yang dijual eceran.
Kesulitan mencari migor membuat Sundari mengambil kebijakan dalam penjualan. Harga jajanan dinaikkan. “Saya menyesuaikan harga bahan. Terpaksa dinaikkan,” kata Sundari.
Meski harga telah naik, dia mengatakan bahwa minat masyarakat untuk membeli jajanan tetap tinggi. Sudah ada banyak orang yang memesan untuk Lebaran. Selain kue, jajanan kering seperti kerupuk juga banyak dibeli orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
