Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Februari 2022 | 18.36 WIB

Di Sidoarjo Harga Kedelai Rp 13.000, Produsen Tahu-Tempe Stop Produksi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Harga kedelai di Sidoarjo masih melambung tinggi. Bahkan, kini mencapai Rp 13 ribu per kilogram. Akibatnya, sebagian besar produsen tahu dan tempe memilih tidak berproduksi. Tidak nyucuk antara modal dengan harga jual.

Berdasar pantauan Jawa Pos, di dua pasar besar Sidoarjo kemarin (23/2), harga kedelai cukup mahal. Di Pasar Porong, kedelai dijual Rp 12 ribu per kilogram. Di Pasar Larangan, harganya mencapai Rp 13 ribu per kilogram.

Dampak kenaikan harga itu dirasakan pengusaha tempe. Salah seorang di antaranya Kusnan, pelaku usaha asal Sedenganmijen, Krian. Usaha yang dijalankan bersama istrinya, Sunari Ningsih. Kini, mereka terpaksa berhenti berproduksi selama tiga hari ini.

”Senin, Selasa, dan Rabu semua pengusaha tahu dan tempe di Krian tidak jualan. Sebab, bahan bakunya terlalu mahal,” katanya.

Belum lagi, permintaan tempe juga menurun. ”Akhirnya, kami pilih berhenti dulu tiga hari ini,” ujarnya.

Kalaupun harga jual tempe dinaikkan, Kusnan tidak yakin dagangannya bakal laku. Sebelumnya, dia tetap memproduksi tempe untuk memenuhi permintaan. Rata-rata, dia memproduksi 3 kuintal per hari. Namun, lantaran harga kedelai tidak kunjung turun, pihaknya memilih berhenti. ”Karena nggak nututi operasional, biaya produksi dengan harga jualnya,” ungkapnya.

Padahal, sebelum harga kedelai naik, tempatnya bisa memproduksi hingga 5 kuintal dalam sehari. Kusnan berharap harga kedelai bisa kembali normal secepatnya. Yakni, Rp 9.500 per kilogram.

Jajaran Komisi B DPRD Sidoarjo kemarin mendatangi tempat produksi milik Kusnan. Mereka ingin tahu kondisi di lapangan. Ketua Komisi B Bambang Pujianto menyatakan, pihaknya sudah menampung masukan dari para produsen. ”Hasil sidak komisi B ini akan ditindaklanjuti dengan hearing bersama dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), termasuk dengan pelaku usaha tempe dan tahu,” jelas legislator asal Gerindra tersebut.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda mengungkapkan, tingginya harga kedelai tidak hanya terjadi di Sidoarjo. Namun, sementara ini pihaknya berupaya agar stok tetap ada. ”Kami juga berkoordinasi ke daerah lain. Misalnya, jika ada yang berlebih, bisa dikirim ke Sidoarjo. Jadi, stok tidak sampai kosong,” katanya.

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore