Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 04.36 WIB

Tegas, Satpol PP Surabaya Ketahuan Pungli Kena Sanksi Langsung Pecat!

Ilustrasi petugas satpol PP mengikuti apel.

JawaPos.com–Pemkot Surabaya tak segan memberikan sanksi tegas bagi seluruh jajaran yang melakukan tindakan tak terpuji seperti pungutan liar (pungli). Hal itu sebagaimana komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser mengingatkan anggotanya agar tidak bermain-main dengan pungli. Sebab, jika ada anggota yang melakukan tindakan tersebut, pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas bahkan hingga pemecatan.

”Di zaman Pak Wali Kota Eri Cahyadi, beliau sangat tegas. Terkait dengan pungli, ketahuan dipecat itu, tidak ada teguran satu, dua, turunkan pangkat atau diskorsing tidak, (langsung) dipecat,” kata M. Fikser, Sabtu (6/1).

Menurut dia, sanksi tegas yang diberikan kepada anggota Satpol PP ketika pungli, bukan slogan semata. Sebelumnya, beberapa anggota yang melakukan tindakan tak terpuji itu langsung mendapatkan sanksi tegas berupa pemecatan.

”Itu bukan sekadar slogan, tapi itu dibuktikan dengan beberapa rekan kami yang dipecat karena melakukan tindakan yang tidak terpuji,” tegas Fikser.

Fikser tak menampik jika ada oknum anggota Satpol PP yang bermain pungli dengan pedagang kaki lima (PKL). Pada intinya, oknum petugas itu akan membiarkan PKL berjualan apabila membayar pungli.

”Dan itu (oknum) kita akui ada. Nah, itu dipecat,” sebut Fikser.

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya itu mengungkapkan, beberapa kali dia telah mengumpulkan jajarannya dan mengingatkan hal tersebut. Namun apabila masih saja ada oknum yang bermain dengan pungli, Fikser memastikan tidak akan melindungi.

”Teman-teman sudah berulang kali kami kumpulkan. Kalau itu (pungli) dilakukan, kita tidak bisa lindungi. Anda harus menanggung risiko itu,” tegas Fikser.

Nah, untuk meminimalisir atau mencegah adanya oknum yang bermain pungli, Fikser mengatur pola penugasan anggota di lapangan. Anggota tidak akan selalu ditempatkan di satu titik lokasi.

”Kita tidak menetapkan orang (personel) itu terus-menerus di situ, jadi kita harus ganti. Jadi kami ada setiap tiga hari pasti ada pertukaran personel, sehingga tidak ada kesempatan dia untuk berkoloni, membangun relasi,” ungkap Fikser.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore