Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 06.10 WIB

Kemenhub Setujui 8 Rute Penerbangan di Bandara Dhoho Kediri untuk 2 Maskapai Ini

Bandara Dhoho Kediri. - Image

Bandara Dhoho Kediri.

JawaPos.com – Meski tanggal operasional Bandara Dhoho Kediri masih menjadi tanda tanya hingga awal Januari 2024 ini, Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan persetujuan operasionalnya kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Dengan yakin, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni memastikan bahwa, persetujuan tersebut diberikan setelah melewati proses sertifikasi, evaluasi dan pemeriksaan yang hasilnya sudah sesuai standar Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil dan ICAO SARPs.

Menurutnya, proses sertifikasi itu dilakukan dengan tujuan untuk memberi jaminan keselamatan lalu lintas penerbangan. Misalnya, saat pesawat akan mendarat, lepas landas, maupun bergerak menuju area parkir pesawat, dan aktivitas lainnya.

Di luar berbagai tahapan operasional Bandara Dhoho Kediri yang sekarang terus di godok, Kristi menegaskan bahwa Kemenhub sudah memberi persetujuan terbang untuk dua maskapai. Kedua maskapai itu diantaranya, Batik Air dan Super Air Jet.

Maskapai Batik Air mendapat persetujuan untuk melayani tiga rute penerbangan, diantaranya Kediri-Jakarta (CGK-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX). 

Kemudian, untuk Super Air Jet mendapat persetujuan lima rute penerbangan yakni, Kediri-Banjarmasin (BDJ-DHX), Kediri-Balikpapan (BPN-DHX), Kediri-Makassar (UPG-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX).

Lebih lanjut, Kristi juga menyebut bahwa Kemenhub sudah menetapkan tarif untuk kelas ekonomi pada masing-masing rute domestik yang telah ditetapkan itu. Demikian pula dengan tarif batas atas dan batas bawah yang berlaku. 

“Pihak Lion Air group juga sudah berkolaborai dengan PT SDhI dan PT Angkasa Pura I untuk memberi dukungan insentif biaya operasional penerbangan di Bandara Dhoho,” papar Kristi, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).

Pemberian insentif biaya operasional tersebut bertujuan untuk mendukung demand atau permintaan angkutan udara, mendukung kemudahan serta kelancaran operasional maskapai-maskapai yang akan melayani penerbangan niaga.

Sebagai informasi, rencana operasional reguler Bandara Dhoho Kediri pada 29 Desember lalu urung dilakukan. Hal itu terjadi karena sertifikat tanggal operasi komersil (TOK) belum juga turun dari Kemenhub. 

Kendati demikian, Kristi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi persiapan-persiapan penerbangan perdana di Bandara Dhoho Kediri yang kemungkinan akan beroperasi pada minggu ketiga atau minggu keempat Januari 2024 ini.

“Kami terus melakukan pengawasan terhadap kesiapan operasional penerbangan perdana di Bandara Dhoho,” tandas Kristi, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).

Sementara itu, menurut sumber koran Radar Kediri (JawaPos Grup) di Jakarta menyebut, Kementerian Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan protokol kepresidenan terkait peresmian bandara. “Masih terus dikoordinasikan dengan protokol kepresidenan terkait tanggal peresmian bandara,” tuturnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore