Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Februari 2022 | 22.08 WIB

Wali Kota Surabaya Datangi Orang Tua Siswa Korban Kekerasan Guru

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi orang tua dari MR, siswa SMP Negeri 49 Surabaya yang menjadi korban kekerasan oknum guru, Rabu (2/2). Antara - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi orang tua dari MR, siswa SMP Negeri 49 Surabaya yang menjadi korban kekerasan oknum guru, Rabu (2/2). Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi orang tua dari MR, siswa SMP Negeri 49 Surabaya yang menjadi korban kekerasan oknum guru di kediamannya Jalan Kutisari Utara Gang 3, Kota Surabaya, Jatim, Rabu (2/2).

Tiba di kediaman keluarga itu, Wali Kota Eri disambut hangat kedua orang tua MR beserta saudara kembar MR. Saat itu, ayah MR langsung meminta maaf kepada Wali Kota Eri karena merasa gara-gara melaporkan seorang guru ke polisi, Kota Surabaya menjadi perhatian nasional.

”Saya mohon maaf Pak. Padahal, dari dalam hati yang paling dalam, saya sudah memaafkan beliau (JS, guru yang menganiaya anaknya),” kata Ayah MR seperti dilansir dari Antara, di Surabaya, Rabu (2/2).

Bahkan, dia juga mengaku sudah sangat lega ketika mengetahui JS sudah tidak lagi mengajar di SMPN 49 dan sudah ditarik ke kantor Dinas Pendidikan Surabaya. Dia mengaku mempertimbangkan untuk mencabut laporan kepada pihak kepolisian. Sebab, kasus itu sudah ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya.

”Ada kemungkinan. Bahkan besar kemungkinan saya mencabut laporan. Saya masih pertimbangkan, saya perlu salat istikharah untuk mengambil keputusan,” ujar Ayah MR.

Sementara itu, MR menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri karena akan diberikan sepeda dua unit, sehingga MR bersama saudara kembarnya bisa bersepeda ke sekolah. Dia pun berjanji akan semangat belajar seperti yang diharapkan Wali Kota Eri.

”Saya sampaikan terima kasih banyak kepada Pak Eri, karena nanti akan diberikan sepeda, Insya Allah saya akan lebih semangat belajar,” kata MR.

Wali Kota Eri mengatakan, akan mengirim dua sepeda ke rumah MR untuk digunakan ke sekolah. ”Pokoknya harus pintar dan berbakti kepada kedua orang tua. Kalian harus lebih sukses dari kedua orang tua kalian, karena itu yang bikin bangga orang tua kalian,” kata Eri.

Saat itu, Wali Kota Eri juga sempat menanyakan apakah keluarga MR sudah masuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau belum. Sebab, mereka tinggal di tempat kos yang sangat sederhana dan Ayah MR hanya bekerja sebagai tukang sayur keliling. Ternyata, keluarga itu belum masuk MBR. Namun, Ayah MR menolak untuk dimasukkan ke MBR, karena dia menilai masih muda dan masih sanggup untuk bekerja keras.

Sebelumnya beredar sebuah video berdurasi tiga detik melalui WhatsApp seorang guru di SMPN 49 Kota Surabaya memukul siswa di depan kelas saat pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore