Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Januari 2022 | 20.00 WIB

Tidak Bisa Masuk Data MBR Pemkot Surabaya karena Domisili Lawas

Dari kiri, Lurah Ngagel Rejo Cut Wulandari dan anggota Komisi D DPDR Surabaya Herlina Harsono bersama warga MBR Indah Setyorini dan Daffa saat menjajal seragam baru dan sepatu Super sumbangan UMKM Surabaya. Frizal/JawaPos - Image

Dari kiri, Lurah Ngagel Rejo Cut Wulandari dan anggota Komisi D DPDR Surabaya Herlina Harsono bersama warga MBR Indah Setyorini dan Daffa saat menjajal seragam baru dan sepatu Super sumbangan UMKM Surabaya. Frizal/JawaPos

JawaPos.com–Akhirnya, Daffa bisa kembali ke sekolah dengan seragam baru. Yang ukurannya sesuai dengan tubuhnya. Tidak kebesaran atau kekecilan. Siswa kelas 1 B SD Negeri Ngagel Rejo 5, Kecamatan Wonokromo, itu sempat tidak memiliki seragam saat pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai. Kedua orang tuanya telah menjanjikan seragam baru, tapi belum keturutan.

Tak hanya seragam, sepatu baru buatan UMKM Kota Pahlawan yang bermerek Surabaya Perkasa (Super) juga menjadi kado manis bagi Daffa dari anggota Komisi D DPDR Surabaya Herlina Harsono Njoto. Herlina mengunjungi Daffa pada Selasa (18/1) di Krukah Lama Gang II.

”Pemkot seharusnya hadir untuk keluarga Daffa. Sebab, keluarga Daffa layak masuk ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tutur Herlina.

Sayangnya, Indah Setyorini, ibu Daffa, tidak terdaftar sebagai MBR. Per bulan, Rini sapaan akrab dari Indah Setyorini bergantung pada pemasukan dari kerja serabutan setiap hari. Mulai dari memelihara ayam hingga cuci piring serta pakaian tetangga. Per ayam, Rini mendapatkan Rp 10 ribu setiap minggu. Ada tiga ayam orang lain yang dipelihara. Itu artinya, dalam sebulan, Rini mengantongi Rp 90 ribu.

Herlina mengatakan, permasalahan MBR Rini karena domisili. Pasalnya, alamat di KTP Rini masih tertera domisili lama. Yakni, di Krukah Timur, Kelurahan Barata Jaya. Sementara, Rini dan keluarganya sudah tinggal di Krukah Lama Gang II, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, sejak 20 tahun lalu.

”Solusinya pindah alamat domisili. Supaya Rini mendapatkan intervensi berupa MBR,” ucap Herlina.

Sebetulnya, Rini sudah memohon MBR di RT sesuai domisili lama. Sayang, berkali-kali Rini datang ke RT tapi tidak ada hasil. Herlina berharap, RT/RW bisa bekerja optimal dan maksimal. RT/ RW yang mengetahui kondisi warga. Bukan orang lain.

”Apabila ada warga yang seharusnya masuk MBR tapi belum masuk kasihan. Honor RT/ RW sudah naik, kerja harus makin bagus,” tambah Herlina.

Rini mengganti domisili dari Kelurahan Barata Jaya ke Kelurahan Ngagel Rejo. Perpindahan itu langsung dipandu Lurah Ngagel Rejo Cut Wulandari yang turut hadir bersama Herlina di rumah Rini.

”Semua sudah beres, termasuk permohonan masuk ke MBR. Alamat juga sedang diproses. Intinya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Herlina.

Raut wajah bahagia tak bisa ditutupi Rini. Dia merasa lega. Menurut dia, paling tidak ketika menjadi MBR ada intervensi dari pemkot yang bisa dirasakan. Salah satunya bantuan-bantuan sosial.

”Saat musim pembagian Bantuan Tunai Langsung (BLT), saya tanya. Kok tidak dapat,” ucap Indah Setyorini.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore