
Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Penyebaran Virus Covid-19, Senin (18/12). SE itu diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19, sehingga menjadi perhatian untuk masyarakat dan Pemkot Surabaya.
SE itu menindaklanjuti perkembangan kasus Covid-19 secara global. Seperti yang terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara, mulai dari Singapura, Malaysia, Filipina, termasuk Indonesia.
Dalam SE Nomor 400.7.7 /29205/436.7.2/2023 itu dijelaskan, apabila mengalami kontak dengan pasien yang terkonfirmasi atau sedang mengalami gejala penyakit Covid-19, seperti batuk kering, pilek, demam lebih dari 38 derajat celsius, nyeri otot, dan nyeri telan, diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat. Baik melalui rumah sakit (RS), puskesmas, maupun klinik.
”Melaporkan ke Puskesmas terdekat apabila terkonfirmasi penyakit Covid-19 untuk dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin hingga dinyatakan sembuh (selesai isolasi),” kata Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri juga mengingatkan kepada para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang mempunyai risiko tertular Covid-19 akibat interaksi dengan orang lain dari berbagai negara, direkomendasikan untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19. Baik dosis primer maupun booster sesuai ketentuan. Tujuannya, memastikan kekebalan tubuh PPLN cukup untuk melakukan perjalanan agar tidak tertular dan menjadi sumber penularan selama perjalanan maupun ketika kembali ke tanah air.
Dalam SE tersebut, wali kota mengimbau kepada para tenaga kesehatan (Nakes) dan petugas lain yang bekerja di fasilitas kesehatan, mengoptimalkan perlindungan tubuh dengan melengkapi dosis vaksinasi Covid-19, baik primer maupun booster sesuai ketentuan.
”Karena mereka (nakes) adalah kelompok yang mempunyai risiko tinggi tertular Covid-19, akibat dari interaksi dengan pasien dan pengunjung lain, sehingga perlu mendapatkan perlindungan yang optimal,” tutur Eri.
Wali kota Surabaya yang akrab dengan sapaan Cak Eri Cahyadi itu juga menekan kepada jajarannya dan masyarakat untuk meningkatkan upaya 3T (Tracing, Testing, dan Treatment) secara terintegrasi. Yakni melakukan testing terhadap sasaran prioritas yaitu suspek, probabel, kontak erat, dan pelaku perjalanan di fasyankes.
”Juga melakukan tracing kasus konfirmasi Covid-19 beserta kontak erat secara terintegrasi dalam waktu kurang dari 48 jam. Selain itu, juga melakukan isolasi karantina bagi yang terkonfirmasi maupun sebagai kontak erat Covid-19, selama lima hari dan maksimal 14 hari,” jelas Cak Eri.
Cak Eri meminta jajarannya untuk mengupayakan secara konsisten meningkatkan imunitas masyarakat tetap tinggi, merata, dan berkualitas, melalui ketersediaan pelayanan dan kecukupan vaksin Covid-19 di seluruh fasyankes, memberikan penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19.
”Selain itu, juga membuka layanan vaksinasi seperti di mall, pasar tradisional, posko kelurahan, tempat-tempat umum (TTU), rumah susun (rusun), balai RT/RW, dan lokasi strategis lain untuk memudahkan dan mendekatkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan,” papar Eri.
Wali kota meminta agar menggencarkan komunikasi KIE terhadap risiko atau sosialisasi tentang pencegahan, pengendalian penyebaran Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin. Terutama pada saat di keramaian atau kerumunan untuk menurunkan risiko penularan bagi masyarakat di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
”Kami mengimbau untuk bekerja sama dengan jajaran TNI, polri, lintas sektor, kelurahan, dan kecamatan di seluruh Kota Surabaya,” ucap Eri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
