
Photo
JawaPos.com- Sejak dibuka pada 2019, wajah Alun-Alun Kota Gresik semakin menawan. Berkonsep Timur Tengah, selain dipenuhi banyak pohon kurma, belakangan juga muncul tanaman hias dengan beragam bentuk. Beberapa di antaranya bentuk hati hingga laba-laba berukuran besar.
Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik, di alun-alun tersebut setidaknya terdapat 315 pohon dengan berbagai jenis. Mulai kurma, tabebuya, hingga tanaman-tanaman kecil.
Kepala Bidang Pertamanan DLH Oemkab Gresik Maya Iswati menyatakan, untuk penambahan tanaman itu, pihaknya melakukan budi daya sendiri. Yakni, berlokasi di area tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Pohon yang sudah dibudidayakan itu kemudian ditanam di area-area ruang terbuka hijau (RTH). Termasuk di alun-alun.
Maya menyebutkan, berkaca pada Surabaya, konsep RTH Gresik ke depan tidak hanya menjadi fungsi penghijauan. Namun, juga mengusung konsep keindahan. Karena itu, kini di sejumlah RTH di Gresik muncul tanaman dengan berbagai bentuk.
Alun-alun sendiri memiliki luas 8.123 meter persegi. Area itu dipenuhi 21 jenis pohon. Totalnya sekitar 146.260 batang. ’’Ini memang menjadi fokus kami ke depan agar tidak hanya hijau, tapi juga cantik dan enak dilihat. Bahkan bisa dijadikan swafoto,’’ katanya.
Karena itu, pihaknya berharap para pengunjung alun-alun menjaga keindahan bersama. Jangan sampai taman yang sudah bagus malah dirusak.
Alun-alun juga termasuk penataan kawasan Malik Ibrahim. Sejumlah lokasi di sekitarnya akan direvitalisasi menjadi kawasan wisata. Dengan keindahan alun-alun dalam dua tahun terakhir, diharapkan bisa mendukung rencana penataan kawasan tersebut. Wajah tengah kota makin estetik.
Sementara itu, berdasar data dari DLH Pemkab Gresik 2019, luas RTH di wilayah kota baru 716,35 hektare atau 15,48 persen. Jumlah itu belum ideal. Sebab, standar idealnya mencapai 30 persen. Namun, pemkab kesulitan untuk dapat menambah RTH. Sebab, wilayah perkotaan sudah terlalu padat. Lahan untuk RTH praktis sudah habis.
Sebelumnya, Kepala DLH Pemkab Gresik Mokh. Najikh mengakui, jumlah RTH di kawasan perkotaan masih kurang. Karena itu, pihaknya gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk RTH di perumahan. ’’RTH sebagai penyeimbang kualitas udara di Gresik ini masih sangat kurang. Baik di perusahaan, maupun di perkotaan,’’ ucapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
