
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta. Kerjasama antar lembaga dan unsur masyarakat jadi kunci dari kesuksesan pelaksanaannya.
JawaPos.com–Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surabaya Timur Wiwik Wahyuningsih angkat suara terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Surabaya pada 2024. Wiwik meminta agar Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya melakukan perubahan porsi penerimaan siswa.
Wiwik yang juga menjabat sebagai kepala SMP Untag Surabaya itu mengungkapkan, sistem pendidikan harus berdasar dan berlandasan asas pemerataan. Dia meminta agar Dispendik Surabaya mengubah porsi penerimaan dalam PPDB 2024.
”Saya mengusulkan agar sistem PPDB 2024 porsinya 40 persen untuk jalur zonasi, 30 persen prestasi, 25 persen afirmasi, dan sisanya 5 persen adalah perpindahan orang tua siswa,” ujar Wiwik, Kepala MKKS Surabaya timur, saat dihubungi JawaPos.com.
Wiwik menilai, sekolah-sekolah swasta juga memiliki hak untuk mendapatkan siswa berprestasi. Sehingga, bukan hanya sekolah negeri yang menerima siswa berprestasi.
”Semua berhak mendapatkan layanan dan fasilitas pendidikan yang baik dan terbaik,” imbuh Wiwik Wahyuningsih.
Wiwik memastikan, MKKS Surabaya timur akan tetap patuh dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Yakni, Permendikbudristek No 1 Tahun 2021.
”Afirmasi dari keluarga miskin juga perlu diperhatikan oleh sekolah negeri,” ucap Wiwik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
